Rabu, 26 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tegang Penangkapan 7 Jenderal, Masyarakat Gelar Nonton Bareng Film G30S/PKI

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Senin, 2 Oktober 2017 | 13:51 PM Tag: , ,
  

Hargo.co.id GORONTALO – Pada puncak pemutaran film penumpasan G30S/PKI, ribuan masyarakat Gorontalo menggelar nonton bareng baik yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah maupun dari inisiatif warga sendiri. Warga pun tampak tegang, terutama saat adegan detik-detik penculikan 7 Jenderal hingga dimasukkan ke dalam lubang buaya.

Seperti di halaman Rumah Dinas Gubernur Provinsi Gorontalo. Nonton bareng yang dihadiri langsung oleh Gubernur Rusli Habibie dan sejumlah pejabat Forkopimda Gorontalo itu menyedot perhatian warga. Bahkan, selayaknya acara nonton bareng umumnya, kegiatan ini juga menyediakan doorprice bagi para penonton yang beruntung. Tak tanggung-tanggung, Gubernur menyediakan hadiah berupa sepeda motor dan sepeda kayuh untuk para pemenang yang beruntung.

Di tempat lain, antusias penonton juga nampak luar biasa. Ratusan warga memadati sejumlah warung kopi yang memamasang layar dan memutar film bersejarah itu. Sejumlah komentar pun disampaikan oleh warga usai menonton film berdurasi empat jam itu.

Iman Mohammad misalnya. Warga Kota Gorontalo ini mengungkapkan, dirinya banyak mendapatkan pengetahuan tentang sejarah usai menonton film ini. “Yang paling berkesan bagi saya adalah, jiwa korsa yang ditunjukkan oleh Letnan Piere Tendean yang berani membela komandannya Jenderal AH Nasution, meski nyawa menjadi taruhan,” ujar Mahasiswa semester akhir di salah satu kampus ternama di Gorontalo itu.

Nonton bareng di Kampus Universitas Negeri GOrontalo (UNG) juga tak kalah ramai. Ratusan masyarakat Gorontalo yang didominasi para mahasiswa UNG ini memadati lokasi nonton bareng yang digelar di lapangan depan kantor Rektorat UNG. Suasana pun nampak hening saat film itu mulai diputar. Para mahasiswa nampak menyimak dengan seksama film yang hingga kini masih menjadi kontroversi di kalangan elit politik Indonesia.

Anisa Rizki salah seorang mahasiswi UNG memberikan komentarnya soal film itu. Menurut mahasiswi berwajah manis itu, soal kontroversi yang beredar terkait isi dari film ini menurutnya sah-sah saja terjadi. Karena setiap film yang bercerita soal sejarah memang sering kali menuai komentar positif atau negatif dari para pengamat sejarah. Olehnya mengenai rencana presiden Jokowi, menurut Anisa perlu diadakan riset mendalam dari sumber yang benar-benar bisa dipercaya untuk memastikan film baru G30S itu benar-benar akurat.

Sebelumnya, saat jam sekolah, para Guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah provinsi Gorontalo menggelar pemutaran film 30 S PKI, di Aula SMAN 3 Gorontalo, Sabtu (30/9).

Kegiatan yang di hadiri guru-guru sejarah se- provinsi Gorontalo dan ratusan siswa SMAN 3 Gorontalo, perwakilan siswa diantaranya SMAN 1 limboto, MAN 1 Kota Gorontalo dan SMAN 1 Paguat serta Dosen sejarah dari Universitas Negeri Gorontalo, Jhon Apriyanto dan unsur Kodim 1304 Gorontalo dan Babinkamtibmas.

“Kegiatan yang diparkarsai oleh MGMP Sejarah provinsi Gorontalo ini bertujuan agar semua warga sekolah yang terdiri dari siswa, guru, dan lainya agar kembali mengingat sejarah yang pernah diukir oleh para pahlawan dalam memperjuangkan bangsa dan negara dengan upaya pengorbanan jiwa dan raga utamanya pahlawan revolusi 30 S PKI” Ujar Anif Polapa Kepala SMAN 3 Gorontalo.

Bahkan, acara nonton bareng juga digelar bersama anak-anak SDN 11 dan SDN 12 Paguyaman, Boalemo. Meski tegang karena film disuguhkan adegan sadis, para orang tua pun diwajibkan untuk menemani sang anak.(nrt/tr-45/ZT-07)

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar