Teken Dekrit, Enam Fraksi di DPRD Gorontalo Respon Tuntutan Mahasiswa

Penandatanganan dekrit oleh fraksi di DPRD Provinsi Gorontalo. (Foto Istimewa)

Penandatanganan dekrit oleh fraksi di DPRD Provinsi Gorontalo. (Foto Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Aksi unjuk rasa yang di lakukan oleh ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Gorontalo, mendapat respon positif dari DPRD Provinsi Gorontalo. Buktinya, enam fraksi menandatangani dekrit yang disodorkan oleh mahasiswa.

Respon baik tersebut, dimuat dalam bentuk penandatanganan Dekrit Daulat Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Gorontalo, tentang penolakan RUU KUHP dan RUU KPK.

Sebelumnya ribuan massa aksi memaksa masuk ke dalam kantor DPRD. Namun berdasarkan hasil pertimbangan demi keamanan, pihak DPRD kemudian mengijinkan sejumlah perwakilan massa aksi untuk berdiskusi, sebelum akhirnya menghasilkan Dekrit Daulat tersebut.

BACA  Ribuan Mahasiswa Unjuk Rasa di Kantor DPRD Gorontalo

Dekrit Daulat Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Gorontalo, tentang penolakan RUU KUHP dan RUU KPK tersebut, disetujui dan ditandatangani oleh Ketua DPRD, serta 6 orang ketua fraksi. Hasil tersebut kemudian di bacakan di depan ribuan massa aksi.

BACA  Mahasiswa ‘Ambil Alih’ Palu Sidang di DPRD Kabupaten Gorontalo

Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Paris Jusuf, usai menemui massa aksi menjelaskan, bahwa siapapun yang datang untuk menyampaikan aspirasinya, pasti dan harus diterima dengan baik.

“Aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa ini, tanpa alasan apapun, harus kita terima dan selanjutnya kita akan teruskan ke tingkat pengambil kebijakan. Kita disini hanya sebagai wadah atau saluran untuk menampung aspirasi. Apa yang di sampaikan oleh mahasiswa bagi kami wajar-wajar saja dan punya kajian tersendiri. Kajian tersebut kita akan serahkan ke tingkat pengambil kebijakan, dalam hal ini Presiden dan DPR RI,” jelas Paris Jusuf.

Usai mendengarkan hasil kesepakatan antara mahasiswa dengan pihak DPRD, ribuan mahasiswa ini kemudian membubarkan diri dengan tertib, dan melanjutkan aksinya di kawasan Bundaran Saronde Kota Gorontalo. (zul/hg)

-