Sabtu, 1 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Temui Legislator Andalas, Mahasiswa Sodorkan Lima Tuntutan

Oleh Berita Hargo , dalam Kota Gorontalo Metropolis , pada Rabu, 20 November 2019 | 22:42 WITA
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menggelar aksi di kantor DPRD Kota Gorontalo. Aksi yang berlangsung pada Rabu (20/11/2019) itu, menyampaikan lima butir spirasi dan mendesak untuk ditindaki.

Hasil pantauan Hargo.co.id, mahasiswa menggelar orasi di halaman Kantor DPRD Kota Gorontalo yang terletak di Jalan Andalas (sekarang Jalan John Aryo Katili). Kritikan yang dilontarkan yakni menilai ada kelalaian bagi anggota DPRD Kota Gorontalo dalam menyikapi beberapa masalah yang terjadi di Kota Gorontalo.

“Kami meminta kepada DPRD Kota Gorontalo agar melibatkan mahasiswa sebagai agen off control dalam sidang paripurna untuk alokasi anggaran,” kata Koordinator Aksi, Sandi Mobi.

BACA  Tabrakan di Jalan HB. Jasin, Dua Mobil Ringsek

Aksi mahasiswa itu, diterima oleh Anggota DPRD Kota Gorontalo Darmawan Duming yang mana ingin menerima mahasiswa di ruang sidang namun hanya 5 orang perwakilan. Hanya saja, mahasiswa menolak jika hanya diwakili. Namun pada akhirnya, DPRD menyetujui permintaan mahasiswa yakni seluruh masa aksi dilibatkan.

Pertemuan antara mahasiswa dengan legislator Andalas (sebutan lain Anggota DPRD Kota Gorontalo), berlangsung selama 2 jam. Pada pertemuan tersebut, mahasiswa menyodorkan lima tuntutan yaitu, pertama meminta kepada DPRD Kota Gorontalo untuk melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap peredaran minuman keras (Miras).

BACA  Mayat Pria 67 Tahun Ditemukan di Perkebunan Gorut

“Guna menyikapi hal tersebut, maka pihak Kepolisian terus melakukan razia Miras dan tempat prostitusi,” kata Sandi Mobi.

Tuntutan kedua adalah, terkait sampah di Kota Gorontalo yang dinilai sudah mengganggu masyarakat. Melakukan perbaikan peningkatan dan pengelolaan BPJS di Kota Gorontalo menjadi tuntutan ketika oleh mahasiswa. Keempat adalah melalui DPRD Kota Gorontalo meminta kepada pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur.

BACA  Lagi, Tambang Emas di Suwawa Timur Telan Korban

“Tuntutan kami yang terakhir adalah meminta kepada DPRD Kota Gorontalo agar melibatkan mahasiswa dalam sidang paripurna demi kesejahteraan rakyat,” tegas Sandi Mobi.

Hanya saja, dari lima tuntutan tersebut nampaknya tuntutan paling sentral adalah penghapusan BPJS di Kota Gorontalo.

“Kita berharap dengan adanya kenaikan bulanan BPJS Pemerintah Kota Gorontalo bisa mengajukan rekomendasi kepada DPR RI mengenai iuran yang tumpang tindih,” tegas Sandi Mobi. (magang/ajeng/hg)


Komentar