Minggu, 13 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Temui Mantan Pejabat Kabgor, Risjon Terus Bergerilya

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Kab. Gorontalo Kabar Politik , pada Kamis, 19 Desember 2019 | 23:05 WITA
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Keseriusan Risjon Sunge untuk bertarung pada Pilkada Kabupaten Gorontalo (Kabgor) terus dibuktikan. Ya, figur birokrat Gorontalo ini, terus bergerilya menemui sejumlah tokoh Kabgor.

Baru-baru ini, Risjon Sunge menemui para mantan pejabat Kabupaten Gorontalo. Pada pertemuan itu, selain menyampaikan visi – misi, Kepala Dinas Sosial Provinsi Gorontalo ini juga meminta masukkan dan saran yang tepat untuk membangun Kabgor.

BACA  Musda Golkar Kabgor, Tiga Kandidat Bakal Bersaing

“Dalam pertemuan itu kami mendengarkan visi misi beliau sebagai bakal Calon Bupati (Cabup). Pak Risjon juga meminta saran dari kami apa saja yang harus dibutuhkan oleh masyarakat Kabgor,” ungkap mantan penyuluh pertanian dan peternakan Kabgor, Subroto Duhe ketika dihubungi Hargo.co.id via telepon.

Dikatakannya, sebagai mantan penyuluh, ada beberapa hal yang disampaikan dirinya kepada Risjon Sunge. Pertama, sebut Subroto, minimnya pakan sapi yang dikarenakan pemerintah pusat, Provinsi dan Kabupaten selama ini kurang menganggarkan bantuan pakan ternak.

BACA  Jalan Kaki, SMS Dikawal Pendukungnya Menuju KPU Pohuwato

“Selama ini, bantuan pakan ternak sangat sedikit. Pemerintah di semua tingkatan, setiap tahunnya hanya menganggarkan pengadaan sapi. Sementara, pengadaan pakan jarang dianggarkan,” ungkap Subroto.

Selanjutnya bidang pertanian, lanjut Subroto, perhatian pemerintah terhadap pupuk tidak begitu besar. Pemangku kebijakan baik di pusat, Provinsi dan Kabupaten hanya lebih fokus dengan pengadaan bibit.

BACA  Koalisi PDI Perjuangan-PAN Usung Tonny -Daryatno di Kabgor

“Bagaimana kita mau tingkatkan produksi, jika pupuknya lebih sedikit dibanding benih,” keluh Subroto.

Ketika ditanya tanggapannya atas visi misi yang disampaikan Risjon, Subroto menyatakan bahwa visi misi Risjon Sunge tak jauh berbeda dengan pemerintahan sekarang. Hanya saja, kata Subroto, metode menjalankan visi misinya sangat berbeda.

“Visi misinya sama saja dengan yang sekarang. Cuman beda dimetodenya,” tutup Subroto. (rwf/hg)


Komentar