Minggu, 9 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Temui Rusli Habibie, Bupati Bolsel Upayakan Rapid Test Gratis untuk Mahasiswa

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Rabu, 8 Juli 2020 | 16:05 WITA Tag: ,
  Suasana pertemuan antara Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Bupati Bolsel Iskandar Kamaru, Rabu (8/7/2020) di di kediaman pribadi Rusli Habibibie di Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Rabu (8/7/2020) ditemui Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Iskandar Kamaru.

Ada beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di kediaman pribadi Rusli Habibibie di Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo itu. Salah satunya adalah upaya rapid test gratis untuk mahasiswa asal Bolsel yang akan kembali ke Gorontalo.

“Ada sekitar 600 orang masyarakat kami yang akan melaksanakan pendidikan di Provinsi Gorontalo. Kendala bagi kami diperbatasan harus memiliki dokumen rapid dan swab. Sementara batas waktu yang diberikan hanya tiga atau 14 hari. APBD kami juga sudah habis,” jelas Iskandar.

BACA  Beringin Pohuwato Tak ‘Pede’ Tanpa Syarif Mbuinga

Pada kesempatan itu, Iskandar Kamaru juga menjelaskan bahwa masyarakat di daerahnya tidak ada lagi yang terpapar Covid-19. Kabupaten Bolsel merupakan satu-satunya daerah yang masuk dalam zona hijau di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Untuk itu, dirinya berharap Pemprov Gorontalo dalam hal ini Gubernur Rusli membuat kebijakan yang memudahkan mahasiswa Bolsel untuk kembali ke Gorontalo melanjutkan pendidikannya.

“Bolsel saat ini satu-satunya kabupaten yang ada di Sulawesi Utara yang sudah nol posisinya. Nol yang terkonfirmasi, nol pasien dalam pengawasan dan nol orang dalam pemantauan. Sebelumnya kami pernah empat orang yang terpapar tapi sejak tiga minggu yang lalu empat orang ini dinyatakan negatif dan sembuh,” kata Iskandar.

BACA  Istri Korban Tertimpa Pohon Diberi Santunan, Anaknya Bakal Dapat Beasiswa

Menanggapi hal itu, Gubernur Rusli dengan tegas mengatakan, kebijakan ini diambil untuk melindungi masyarakatnya dari paparan virus Corona. Rapid test sulit untuk digratiskan, sebab prioritas pemprov untuk rapid gratis baru sebatas tracking kontak pasien yang terindikasi positif corona.

Khusus untuk swab test, pihaknya mengupayakan agar kabupaten tetangga seperti Bolsel dan Bolmut bisa memeriksakan hasilnya di BPOM Gorontalo. Pemeriksaan swab gratis masih akan dikoordinasikan dengan berbagai pihak.

“Mungkin kita bisa bicarakan ya, Pak Budi yang punya link dengan kepala Balai POM, kira-kira bisa tidak hasil spesimen dari masyarakat Bolsel diperiksa disini, karena disini juga antriannya tinggi. Kalau boleh yang dekat sini Bolsel dan Bolmut kita prioritaskan tetangga dua ini. Jadi tolong Pak Budi ya kita prioritaskan untuk diperiksa di Balai POM,” pinta Rusli yang saat itu didampingi Aleg DPR RI asal Gorontalo Idah Syahidah.

BACA  Longsor di Bone Pantai, Pengguna Jalan Sulit Melintas

Seperti diketahui, pemprov Gorontalo membuat kebijakan yang mewajibkan para pelaku perjalanan dari luar Gorontalo untuk memiliki surat izin masuk Gorontalo. Surat izin masuk tersebut dilengkapi dengan dokumen rapid atau swab yang hasil pemeriksaannya reaktif atau negatif.(adv/rwf/hg)


Komentar