Selasa, 5 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tepi Jalan Reformasi Limboto Jadi Tempat Pembuangan Sampah

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Minggu, 22 Mei 2022 | 06:05 Tag: ,
  Tepi Jalan Reformasi Limboto jadi tempat pembuangan sampah. Foto ini diambil pada Jumat, 20 Mei 2021. (Foto: Sucipto Mokodompis/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Tepi Jalan Reformasi Limboto yang terletak di Desa Hutuo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo jadi tempat pembuangan sampah. Pemerintah kelurahan setempat menduga sampah itu berasal dari perumahan yang ada di sekitar lokasi tersebut.

Pantauan Hargo.co.id di lokasi, tumpukan sampah berada di sebelah kiri jalan arah ke tugu Patung Berdoa Limboto. Bau tak sedap tercium dari lokasi pinggir jalan dan mengganggu pengendara yang melintas di lokasi tersebut.

Sampah tersebut kebanyakan merupakan sampah rumah tangga berupa popok bayi hingga beberapa plastik bekas peralatan dapur. Selain dibungkus dalam tas plastik, sampah juga diisi dalam karung. Dari kondisinya, tumpukan sampah tersebut sudah lama berada di situ karena beberapa diantaranya sudah menyatu dengan rerumputan di sekitarnya.

Lurah Hutuo, Hajarah Talupe menduga, tumpukan sampah itu berasal dari masyarakat yang bermukim di perumahan. Dugaannya tersebut diperkuat dengan banyaknya perumahan yang tidak memiliki bak sampah.

Tepi Jalan Reformasi Limboto jadi tempat pembuangan sampah. Foto ini diambil pada Jumat, 20 Mei 2021. (Foto: Sucipto Mokodompis/HARGO)
Tepi Jalan Reformasi Limboto jadi tempat pembuangan sampah. Foto ini diambil pada Jumat, 20 Mei 2021. (Foto: Sucipto Mokodompis/HARGO)

“Kalau dilihat di Jalan Reformasi ini, sepertinya bukan masyarakat Hutuo yang membuang sampah di sini. Karena ini memang akses jalan dari mana saja. Mungkin mereka tinggal di perumahan dan tidak ada tempat sampah,” kata Hajarah Talupe saat diwawancarai Hargo.co.id.

Dirinya menjelaskan, terdapat 16 developer perumahan yang ada di kelurahan Hutuo. Kebanyakan dari perumahan tersebut tidak menyediakan tempat sampah bagi warga yang tinggal di perumahan.

“Di Hutuo ini ada 16 developer perumahan. Dari 16 developer itu hanya satu perumahan yang memang sudah ada bak sampah dan itu sudah setiap hari dijemput oleh dinas terkait untuk kebersihannya. Tetapi yang lain ini tidak ada bak sampah dan akhirnya masyarakat yang bermukim di perumahan mereka membuang sampah sembarangan,” katanya menerangkan.

Hajarah Talupe mengatakan, Persoalan tersebut sudah pernah diberitahukan kepada pihak developer, namun hingga saat ini belum ditemukan solusinya.

“Kita dadi pemerintah kelurahan sudah mengundang pihak developer tapi sampai saat ini belum ada hasilnya. Saya sudah berusaha komunikasi dengan developer, tapi saya tidak tahu apa yang di benak para developer ini,” kata Hajarah Talupe.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah kelurahan bersama masyarakat intens untuk melakukan kerja bakti setiap minggunya untuk memberikan tempat sampah. Selain itu, pihaknya juga berencana untuk mensosialisasikan pentingnya membuang sampah agar tidak merusak lingkungan.

“Kita sudah intens dengan sampah ini. Setiap hari jumat kita kerja bakti dengan masyarakat, tetapi untuk sampah ini memang sulit kita atasi,” katanya menandaskan.(***)

 

Penulis : Sucipto Mokodompis

(Visited 44 times, 1 visits today)

Komentar