Kamis, 15 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Terduga Pembunuhan Waria di Gorontalo, Ngaku Tak Doyan Cinta Sejenis

Oleh Sri Aprilia Mayang , dalam Headline Metropolis , pada Sabtu, 6 Maret 2021 | 05:05 WITA Tag: , , ,
  Tersangka pembunuhan terhadap waria di Gorontalom YK (kiri) saat dilakukan penyidikan yang didampingi oleh penasehat hukumnya, Ridwan Abdul (kanan). (Foto Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Ada yang menarik terungkap dari kasus pembunuhan terhadap Fajrin Hilipito (27) alias Jessica. Terduga pelaku, pembunuhan terhadap waria tersebut, ternyata memiliki istri dan seorang anak yang berusia 9 bulan, serta mengaku tak doyang cinta sejenis.

Ini terungkap ketika terduga berinisia YK (29) menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polres Gorontalo Kota, bahwa dirinya tidak suka sejenis. Buktinya, memiliki istri dan seorang anak laki-laki yang berdomisili di Kabila Bone, Bone Bolango.

“Waktu itu saya dalam kondisi mabuk dan pada saat itu pula saya tidak suka ketika korban mengajak saya berhubungan. Saya menolak karena tak suka hubungan sejenis. Meski demikian, saya menyesali apa yang saya perbuat terhadap korban, sehingga korban meninggal dunia,” kata YK kepada penyidik Polres Gorontalo Kota.

BACA  Harga Ayam Kampung di Kota Gorontalo Tembus Rp 100 Ribu per Ekor

Sementara itu, Penasehat Hukumnya tersangka, Ridwan Abdul, SH yang turut mendampingi tersangka mengatakan, YK adalah lelaki yang normal dan tidak memiliki kelainan seksual. Yang bersangkutan memiliki seorang istri dan seorang anak. Bahkan saat ini istri pelaku sedang dalam kondisi hamil enam bulan.

“Jadi sangat jelas, bahwa pelaku melakukan aksinya tersebut karena tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh korban, di mana korban hendak mengajak tersangka untuk berhubungan. Atas hal tersebut, tersangka pun terpancing emosi. Apalagi pada saat itu tersangka dan korban sudah dalam kondisi mabuk,” ungkapnya.

BACA  Pasangan Pemeran Konten Asusila di Bogor Mengaku Dapat Untung Rp 19,5 Juta

Ridwan Abdul pula turut mengemukakan, dari pengakuan tersangka, awalnya korban yang menghubungi tersangka terlebih dahulu. Bahkan korban yang menjemputnya di seputaran Bundaran Saronde, yang kemudian langsung menuju ke kos milik korban. Pada saat itu, keduanya asyik mengkonsumsi minuman keras (Miras), yang pada akhirnya berujung pada penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Korban pun usai melakukan aksinya, langsung melarikan diri, di mana yang bersangkutan tidak memiliki kendaraan, sehingga tersangka membawa motor korban, untuk pulang ke rumahnya. Usai menggunakan motor itu, tersangka kemudian menyembunyikannya di salah satu rumah milik pamannya. Jadi, tersangka sama sekali tidak ada niat untuk mencuri atau pun membawa lari motor korban,” ungkapnya.

BACA  Simpan Narkoba dalam Sepatu, Dua Calon Penumpang Lion Air Diciduk

Lanjut kata Ridwan, saat ini tersangka sudah mengakui kesalahannya, dan aparat penegak hukum pun saat ini sementara memproses perkara tersebut.

“Selaku penasehat hukum, saya akan mendampingi klien saya hingga baik itu dalam proses penyidikan di Kepolisian, hingga pada proses persidangan nanti. Terkait dengan putusan atas perbuatan tersangka, nanti kita melihat hasilnya di pengadilan nanti,” pungkasnya. (iya/hargo)


Komentar