Sabtu, 15 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Terindikasi LGBT, Kampus Ini Larang Mahasiswanya Ikut Kegiatan Kemahasiswaan

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Kamis, 3 November 2016 | 20:05 WITA Tag: , ,
  


Perilaku LGBT kata Rektor sudah harus mendapat perhatian penanganan serius, agar tidak dapat berkembang dan semakin merusak moral masyarakat.

Untuk dapat mempersempit ruang geraknya di lingkungan kampus, Rektor mulai berpikir untuk memberikan sangsi tegas bagi mahasiswa yang berperilaku LGBT.

BACA  Polres Gorontalo Kota Sita 158 Kantong Cap Tikus

Bahkan Rektor juga tidak akan memberikan fasilitas bantuan Beasiswa bagi mahasiswa yang terindikasi LGBT.

“Institusi pendidikan harus mampu menjadi benteng dalam menolak LGBT. Karena LGBT merupakan ancaman degradasi moral dan akidah masyarakat,” jelas Rektor.

Untuk semakin menolak fenomena LGBT, Rektor meminta seluruh elemen Fakultas hingga Program Studi untuk dapat berperan aktif melakukan pencegahan dini aktifivas LGBT.

BACA  Dua Desa di Limboto Barat Diterjang Banjir

Bahkan setiap bidang kemahasiswaan Fakultas, harus pro aktif dalam memberikan penguatan karakter, psikologi serta kualitas spiritual mahasiswa, secara berkesinambungan dengan turut serta melibatkan orang tua mahasiswa.

BACA  Sebanyak 1.205 Jiwa dan 317 Hektar Sawah Terdampak Banjir di Limboto Barat

“Organisasi mahasiswa yang bergerak di bidang keagamaan juga mempunyai peran penting dalam menangkal perkembangannya di kampus. Dan untuk menghilangkan perilaku LGBT tersebut harus terus kita bimbing dan bina bersama, demi keselamatan mereka,” tandasnya. (wan/hargo)

Laman: 1 2


Komentar