Jumat, 20 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Terjebak Di Jembatan, 9 Jam Akses Gorontalo-Buol Putus

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Senin, 25 September 2017 | 14:02 Tag: , , ,
  

Hargo.co.id Gorontalo – Akses jalur trans Sulawesi Gorontalo-Buol, kembali putus, Ahad (24/9). Ini menyusul insiden mobil tangki pengangkut solar yang hendak menuju Gorontalo terjebak di tengah jembatan karena terperosok di jembatan bailey, Desa Puncak Mandiri, Sumalata.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, terperosoknya mobil tangki solar itu dipicu oleh kondisi jembatan sudah tak kuat lagi menahan beban. Apalagi saat itu sebagian badan jembatan yang terbuat dari kayu kelapa sudah mulai lapuk. Sehingga tak kuat menahan bobot mobil tangki berkapasitas 8.000 liter. Akibatnya pada saat mobil tangki melintas, badan jembatan langsung patah. Sejurus kemudian roda belakang mobil tangki terperosok.

Kondisi mobil tangki yang terperosok itu membuat arus lalu lintas dari Gorontalo menuju Tolinggula-Boul terhenti. Demikian pula sebaliknya. Sebab, badan jembatan sudah tak bisa lagi dilewati oleh kendaraan roda empat.

Sebagaimana diketahui, jembatan bailey ini dibangun oleh Satuan Kerja (Satker) Balai Jalan Naional (BJN) beberapa waktu lalu. Pembangunan itu dipicu oleh bencana banjir dan tanah longsor yang menerpa wilayah Sumalata beberapa waktu lalu. Akibat banjir dan tanah longsor, akses di Desa Puncak Mandiri, Kecamatan Sumalata putus.

Kemacetan arus lalu lintas dari Gorontalo-Buol atau pun sebaliknya terjadi sekitar pukul 09.30 wita. Jalur di jembatan ini baru bisa terbuka ketika diturunkan alat berat untuk mengevakuasi kendaraan tabung yang terjebak.

Akses baru terbuka sekitar pukul 18.00 Wita. “Alhamdulillah, sudah dapat dilalui. Kendaraan yang terjebak telah dievakuasi menggunakan alat berat,” ungkap Rizan Demanto, penasehat Taruna Siaga Bencana (Tagan) Gorut, ketika dikonfirmasi, semalam.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Gorut, Hitler Datau, mengatakan, hal ini patut disikapi secara serius oleh pemerintah mengingat jalur ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat sehingga pembangunan jembatan permanen amat diperlukan agar tidak lagi terjadi insiden serupa. “Ini jalan trans sulawesi, harus segera dibangun jembatan permanen,” ujarnya.(idm/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar