Kamis, 8 Desember 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Terkait Batu Hitam, Ratusan Penambang Kembali Turun ke Jalan 

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Kamis, 17 Maret 2022 | 21:05 Tag: , , ,
  Ratusan warga dan penambang saat berkumpul di jalan Desa Tinemba Barat, Kecamatan Suwawa Timur, Bone Bolango pada Rabu (16/03/2022). (Foto: Zulkifli Polimengo/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Ratusan warga masyarakat yang sebagian besar berprofesi menjadi penambang, kijang, serta ojek di Kecamatan Suwawa dan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, beramai – ramai turun ke jalan pada Rabu (16/03/2022), sejak pukul 16.00 Wita hingga larut malam. 

Dari pantauan Hargo.co.id di Desa Tinemba, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, itu sengaja dilakukan karena adanya kekhawatiran warga terkait kabar bahwa hasil material tambang batu hitam di wilayah tersebut akan dibawa oleh pihak Kepolisian. 

Salah satu perwakilan penambang, Taufik Ramdani Seban, menjelaskan bahwa pemicunya adalah beredar informasi bahwa ada petugas dari Mabes Polri yang akan melakukan penahanan material tambang (batu hitam). 

“Awalnya kami terima informasi bahwa ada petugas dari Mabes Polri akan menahan material tambang (batu hitam). Namun alhamdulillah sudah terbangun komunikasi yang baik dan tidak ada yang dirugikan, karena pihak Kepolisian dan masyarakat sudah bekerja sama. Kemudian sehubungan dengan aksi kami kemarin yang meminta ruang kepada pihak GM, sekarang sudah ada langkah – langkah yang ditempuh oleh pemerintah daerah, yaitu melakukan rapat Forkopimda,” jelas Taufik Ramdani Seban. 

Material tambang batu hitam di Desa Poduoma, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango yang dikabarkan akan dibawa oleh personel Bareskrim Mabes Polri sebagai bahan pendataan, Rabu (16/03/2022). (Foto: Zulkifli Polimengo/HARGO)
Material tambang batu hitam di Desa Poduoma, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango yang dikabarkan akan dibawa oleh personel Bareskrim Mabes Polri sebagai bahan pendataan, Rabu (16/03/2022). (Foto: Zulkifli Polimengo/HARGO)

Di Kesempatan yang sama selaku koordinator penambang, Taufik Ramdani Seban, mengungkapkan sebelumnya mereka mendapat informasi adanya pihak Kepolisian yang sedang melakukan pendataan masalah batu hitam di Desa Poduoma dan Tinemba, olehnya itu mereka langsung datang ke lokasi tersebut. 

“Kebetulan di situ ada Kapolres Bone Bolango, alhamdulillah dengan kedatangan kita, Pak Kapolres merespon dengan baik. Saat kita bertanya ini ada masalah apa sebenarnya, mereka menjawab bahwa ini ada pendataan. Wacana yang beredar di luar, bahwa material tambang batu hitam yang ada di dua wilayah ini akan dibawa oleh pihak keamanan.

Makanya kita sharing dengan pihak keamanan dan kebetulan pak Kapolres penanggung jawab disitu,”ungkap Taufik Ramdani Seban. 

Ia juga menambahkan, dimana setelah melalui kesepakatan antara semua pihak, awalnya ada puluhan karung material batu hitam yang akan dibawa oleh pihak keamanan, pada kesepakatan tersebut hanya ada dua karung saja yang bisa dibawa, semntara sisanya ditinggalkan di kediaman pemilik material. 

Saat dikonfirmasi di lokasi, Kapolres Bone Bolango AKBP Emile Reisitei Hartanto S.I.K MH menerangkan, dimana berkumpulnya masyarakat ini dalam rangka menyatukan satu persepsi, bahwasanya masyarakat penambang mau material tambang ini tetap di amankan oleh masyarakat. Ia mengaku pihaknya hanya menciptakan kondisi situasi yang kondusif dan aman khususnya di tengah pandemi Covid-19. 

“Kami di sini hanya menciptakan kondisi situasi yang kondusif dan aman khususnya di tengah pandemi Covid-19. Kami mengimbau kepada warga masyarakat apabila ada kegiatan tambang, silahkan beraktivitas, namun begitu tetap mematuhi protokol kesehatan. Untuk yang tadi, jadi ada dari pihak Bareskrim melakukan pendataan terkait dengan adanya kegiatan tambang. Jadi mereka hanya ingin melakukan pendataan khususnya masyarakat penambang di wilayah Suwawa,” pungkas AKBP Emile Reisitei Hartanto S.I.K MH. (***) 

 

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 374 times, 1 visits today)

Komentar