Jumat, 20 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Terkait Bayi yang Meninggal, Ini penjelasan Pihak RS Dunda Limboto

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Jumat, 13 Agustus 2021 | 20:05 Tag: ,
  Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD MM. Dunda Limboto, Rila Rita Thaib dalam Konferensi pers yang di Gelar di RSUD MM. Dunda Limboto, Jumat (13/8/2021). (Foto: Sucipto Mokodompis/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) MM. Dunda Limboto akhirnya memberikan penjelasan terkait Bayi milik pasangan suami istri (Pasturi) asal Kabupaten Gorontalo Utara yang meninggal dengan penuh lebam di bagian tangan dan kaki serta bekas luka di wajah.

Penjelasan tersebut diberikan oleh pihak manajemen RSUD MM. Dunda Limboto setelah Dandri Taib (21) dan Fitriyanti Tuli (23), Warga Desa Otiola, Kecamatan Ponelo Kepulauan meminta penjelasan pihak rumah sakit terkait anak mereka yang meninggal dengan kondisi fisik yang menurut mereka tidak normal.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD MM. Dunda Limboto, Rila Rita Thaib mengatakan, Penyebab bekas luka di bagian wajah bayi tersebut karena adanya pada proses kelahiran yang terjadi dengan tidak normal. Sedangkan luka lebam membiru di bagian tangan dan kaki adalah bekas tusukan jarum infus.

Dirinya menjelaskan, Pada proses kelahiran Normal, bayi keluar melewati pintu rahim dengan posisi ubun ubun terlebih dahulu, Sedangkan pada Fitriyanti Tuli, bayi keluar dengan posisi wajah lebih dahulu.

“Jadi saat bayi masuk di jalan lahir, (posisi wajah bayi) ketemu dengan tulang panggul saat proses kontraksi dan terbentur di tulang pinggul,” kata Rila Rita Thaib kepada sejumlah awak media dalam press conference yang di Gelar di RSUD MM. Dunda Limboto, Jumat (13/8/2021).

Rila Rita Thaib mengatakan, Proses melahirkan yang terjadi diluar dugaan ini memang sering terjadi. Dirinya mengungkapkan, 80 persen proses persalinan bisa berlangsung normal, Sementara 20 persen sisanya akan ada berlangsung di luar dugaan.

Saat ditanyakan mengenai penyebab kematian sang bayi, Rila Rita Thaib mengatakan bahwa hal itu mungkin terjadi karena bayi mengalami gagal napas saat lahir dan keracunan air ketuban.

“Pada saat lahiran pasien ini sudah pecah ketuban dengan warna ketubannya sudah hijau, Harusnya bening. Bisa saja (penyebab kematian) karena gagal Nafas,” terang Rila Rita Thaib.

Dirinya mengatakan, Semua hal tersebut telah dijelaskan kepada pihak kelurga pasien. Pihaknya juga telah melakukan upaya mediasi sekaligus meminta maaf kepada pihak keluarga pasien. Kejadian tersebut, kata Rila Rita Thaib, akan menjadi bahan untuk perbaikan mereka kedepannya.

Dikonfirmasi terpisah, Fitriyanti Tuli membenarkan hal tersebut. Dirinya beserta keluarga telah menerima penjelasan dari pihak rumah sakit soal penyebab meninggalnya sang anak. Sebagai seorang Ibu, dirinya juga telah berusaha mengikhlaskan kematian anaknya.

“Iya, Tadi kami sudah bertemu pihak rumah sakit. Mereka telah menjelaskan kepada kami penyebab meninggalnya anak saya, InsyaAllah kami telah mengikhlaskan kematian anak kami,” tutur Fitriyanti Tuli.(*)

Penulis : Sucipto Mokodompis
(Visited 120 times, 1 visits today)

Komentar