Saturday, 24 July 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Terkait Dana Hibah Pramuka, Keterangan dan Dokumen Berbeda

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Legislatif , pada Tuesday, 22 June 2021 | 23:05 PM Tags: , , ,
  Panitia Hak Angket saat mendengarkan keterangan dari terpanggil Sekretaris Pramuka, Youke Lumataw, Senin (21/06/2021). (Foto : Alosius Budiman/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO -  Panitia Hak Angket pada Senin (21/06/2021) kembali melanjutkan pembahasan terkait dengan materi-materi yang telah disiapkan. Dalam pengambilan keterangan kali ini, terkait dengan dana hibah Pramuka 2020 dengan memanggil beberapa nama yang diantaranya, Sekretaris Kwarcab Pramuka Gorontalo Utara, Youke Lumataw. 

Namun sebelumnya keterangan juga diambil dari bendahara Pramuka yang informasi diperoleh bahwa dalam proses pencairan dana hibah Pramuka tersebut, bendahara langsung menyerahkan secara gelondongan kepada sekretaris pramuka, namun yang anehnya dalam dokumen pertanggungjawaban, penyerahan uang tersebut dilakukan bertahap.

Dari pantauan awak media ini ketika Youke diambil keterangannya, kata lupa atau dalih lupa terhadap apa yang ditanyakan, selalu terucap dari mulut sekertaris, bahkan sampai beberapa kali pihak panitia hak angket harus menunjukan dokumen yang dimaksud dalam pertanyaan yang mereka sampaikan.

Seperti halnya saat Wakil Ketua, DPRD Gorontalo Utara, Hamzah Sidik melontarkan pertanyaan kepada sekretaris pramuka apakah dirinya pernah menandatangani dokumen NPHD? Dengan tegas saat itu Youke menjawab bahwa dirinya tidak menandatangani dokumen NPHD yang ditanyakan. 

Terhadap jawaban tersebut, Hamzah kembali mengulang pertanyaan yang sama, namun tetap dijawab bahwa dirinya tidak pernah menandatangani dokumen NPHD yang ditanyakan tersebut.

Kemudian Hamzah kembali bertanya terkait dengan dana hiba pramuka tahap dua, permohonan pengusulannya digunakan untuk apa? dan dijawab oleh Youke bahwa itu untuk rakercab. Tidak puas dengan jawaban tersebut, secara berulang kembali Hamza menanyakan untuk apa dana hibah tahap dua digunakan, dan jawabannya sama tetap rakercab.

Karena tidak puas, Hamzah kembali memperlihatkan dokumen bahwa apa yang disampaikan tersebut tidak sama dengan usulan pencairan yang ditandatangani oleh Youke. 

Tidak hanya dokumen tersebut, terhadap NPHD juga diminta oleh Hamzah untuk ditujukan kepada sekretaris pramuka tersebut yang jawabannya lupa, kalau tidak salah ingat dan lainnya. Dari ekspresi yang sempat terpantau oleh awak media ini, Youke ketika disodorkan dokumen tersebut, raut wajahnya seakan bingung dan beberapa kali terlihat menepuk jidatnya sambil berusaha terus mengingat.

Dan secara mencengangkan, pernyataan yang telah disampaikan sebelumnya bahwa dirinya tidak pernah menandatangani NPHD, diralat sendiri oleh dirinya dan mengatakan bahwa dirinya menandatangani, hanya saja ketika Hamzah bertanya apakah dirinya pernah membaca dokumen tersebut, Youke menjawabnya tidak. (abk/adv/hargo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar