Terkait Dua Mobnas Pemkot Gorontalo, KPK Beri Warning

Evaluasi rencana aksi, koordinasi supervisi pencegahan korupsi tahun 2019, bersama media dan para Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Kamis (22/08/2019). (Foto Natha/Gorontalo Post)

Hargo.co.id, GORONTALO – Dua unit mobil dinas (Mobnas) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo, belum dikembalikan. Atau dengan kata lain, hingga saat ini dua mobnas tersebut masih dikuasai oleh oknum mantan pejabat. Pemerintah Kota Gorontalo sudah mengultimatum dua mantan pejabat itu. Paling lambat akhir Agustus, sudah harus dikembalikan.

Masalah ini disampaikan salah satu tim Pencegahan KPK, Fries Mount. Saat memberikan materi rencana aksi dan koordinasi supervisi pencegahan korupsi tahun 2019, di Grand Q Hotel, kemarin (22/08/2019) yang mana pesertanya adalah wartawan dan LSM.

Pada kesempatan itu disebutkan, dua Mobnas itu adalah Mobnas Wakil Walikota Gorontalo periode 2013 – 2018. Serta Mobnas Ketua DPRD Kota Gorontalo periode sisa PAW  2008 – 2009.

Selain dua Mobnas itu , ada 5 aset lain yang juga dikuasai oleh mantan pejabat. Sayangnya, 5 aset itu tidak dirinci seperti dua Mobnas itu.

Pada kesempatan itu, Fries Mount mewarning para pejabat untuk segera mengembalikan aset daerah yang dikuasai.

“Posisi KPK dalam hal ini untuk menguatkan (deadline Pemkot.red) saja. Deadlinenya sampai akhir Agustus,” ungkap Fries.

Bila deadline ini tidak diindahkan, Fries mendorong penangannya ke proses hukum. Dalam kegiatan ini, sejumlah LSM juga mempertanyakan beberapa kasus di Gorontalo yang sedang disupervisi KPK.

Tapi ini tidak dijawab pemateri dengan alasan pertanyaannya tidak sejalan dengan materi yang disampaikan. Yaitu  pengawasan dan pencegahan KPK dalam memberantas korupsi. (wan/hg)

-