Selasa, 5 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Terkait Hukuman Pelaku Penyiram Novel, Laode: Ini Jelas-jelas Tidak Dapat Diterima Akal Sehat

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Jumat, 12 Juni 2020 | 20:05 Tag: ,
  Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Syarif mengeluhkan tuntutan jaksa penuntut umum pada dua pelaku penyiraman pada Novel Baswedan. (dok JawaPos.com)

Hargo.co.id, JAKARTA – Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Syarif mengeluhkan tuntutan jaksa penuntut umum pada dua pelaku penyiraman pada Novel Baswedan. Pasalnya tuntutan yang diberikan kepada dua oknum polisi itu terlalu ringan.

“Ini jelas-jelas tidak dapat diterima akal sehat,” ujar Laode kepada wartawan, Jumat (12/6) Sebagaimana dilansir Jawapos.com.

Laode pun merujuk pada vonis tiga tahun Habib Bahar bin Smith yang melakukan penganiayaan terhadap dua korban. Oleh sebab itu Laode menegaskan persidangan kasus penyiraman cairan kimia ke Novel Baswedan seperti panggung sandiwara.

“Hal ini terbukti dengan dua oknum polisi mendapatkan tuntutan ringan. Bandingkan saja dengan pengainiayaan Bahar bin Smith,” ungkapnya.

Diketahui, Jaksa Penuntut Umum menuntut dua oknum polisi yakni Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis dengan pidana satu tahun penjara.

Para terdakwa terbukti menurut hukum secara sah dan meyakinkan bersama-sama melakukan penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu, sehingga menyebabkan Novel Baswedan mengalami luka berat. Perbuatan itu dilakukan karena terdakwa menganggap Novel telah mengkhianati institusi Polri.

Dalam pertimbangannya, jaksa mengungkapkan hal yang memberatkan bagi para terdakwa adalah perbuatan mereka telah mencederai kehormatan institusi Polri.(dr/gw/jawapos/hg)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah diterbitkan oleh Jawapos.com dengan judul: “Laode: Ini Jelas-jelas Tidak Dapat Diterima Akal Sehat“. Pada edisi Jumat, 12 Juni 2020.
(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar