Selasa, 26 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Terkait Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19, Dua BUMN Dilibatkan

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Minggu, 6 Desember 2020 | 20:05 WITA Tag: , , , ,
  Ilustrasi. Vaksin Covid-19


Hargo.co.id, JAKARTA – Terkait dengan informasi satu data vaksinasi Covid-19, pemerintah telah melibatkan dua BUMN. Keduanya yakni PT Bio Farma dan PT Telkom yang nantinya bertugas menginformasikan penerima vaksin Covid-19 guna menghindari informasi ganda.

Seperti yang dilansir jpnn.com. sistem yang dibangun akan mendata penerima vaksin melalui filtering data individu penerima vaksin prioritas (by name, by address). Kemudian akan menjadi aplikasi pendaftaran vaksin pemerintah dan mandiri, dan memetakan supply dan distribusi vaksin dengan lokasi vaksinasi. Sistem yang akan diintegrasikan itu juga akan memonitor hasil pelaksanaan vaksinasi.

BACA  Vaksin Diyakini Mampu Perangi Varian Baru Covid-19

“Sistem informasi satu data ini sangat penting untuk mengawali revolusi dunia kesehatan nasional. Awal yang baik untuk sistem kesehatan Indonesia,” kata Direktur Digital Bisnis PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, Fajrin Rasyid, seperti dikutip dari laman resmi Satgas Penanganan Covid-19.

Sementara Direktur Digital Healthcare PT Bio Farma (Persero) Soleh Ayubi, mengatakan bahwa pembuatan sistem informasi data yang sedang dikembangkan oleh pihaknya akan mengikuti regulasi yang ada.

“Semua proses ini harus mengikuti best practice, harus mengikuti regulasi yang ada. Baik regulasi dari Kementerian Kesehatan, Badan POM, Kominfo, berkaitan privasi data (penerima vaksin) dan seterusnya,” katanya.

BACA  Mantan Kapolda Gorontalo Masuk Bursa Kabareskrim

Dia menjelaskan, digitalisasi sistem informasi satu data ini juga akan menyaring siapa saja orang yang bisa menerima vaksin. Sistem registrasi akan memastikan bahwa pendaftar berhak atau tidak sebagai penerima vaksin berdasarkan ketentuan-ketentuan yang ditentukan Kementerian Kesehatan.

“Namun, seluruh data pendaftar yang sudah masuk, masih tetap akan ditampung hingga yang bersangkutan dinyatakan bisa menerima vaksin,” ujarnya.

BACA  Cerita Sulitnya Temukan Kotak Hitam FDR Sriwijaya Air Sebelum Diangkat

Data yang dikelola Bio Farma tidak hanya terbatas pada data penerima vaksin, tetapi juga data vaksin yang didistribusikan. Soleh mengatakan, Bio Farma akan memastikan keamanan vaksin yang akan dipantau secara digital lewat label barcode yang ada di botol hingga tempat penyimpanan vaksin.

“Ini menjadi yang pertama di Asia Tenggara. Setiap botol vaksin akan ada ID-nya, akan ada barcode-nya,” pungkas Soleh. (pen/rl/yoy)

#IngatPesanIbu

Memakai masker

Menjaga jarak & menghindari kerumunan

Mencuci tangan dengan sabun


Komentar