Terkait Insiden Panah Wayer, Polres Pohuwato Perketat Perbatasan

Anggota Polres Gorontalo Kota melakukan pengamanan di wilayah perbatasan untuk menciptakan Kamtibmas, pasca kejadian penembakan dengan panah wayer yang mengakibatkan seorang masyarakat meninggal dunia. (Foto Istimewa)

-

Hargo.co.id, GORONTALO  – Tragedi pembunuhan dengan panah wayer yang terjadi di Desa Molosipat, Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato, menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Puluhan personel dari Polres Pohuwato diturunkan untuk melakukan pengamanan di wilayah perbatasan guna meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

Informasi yang dirangkum Hargo.co.id, kurang lebih ada 30 personel yang disiagakan di wilayah perbatasan. Puluhan personel tersebut dipimpin langsung oleh Ipda Mahyudin Popoi,SH. Mereka melaksanakan tugas secara maksimal. Mulai dari pengamanan hingga melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang masuk dan keluar Pohuwato.

Baca Juga: Seorang Warga di Popayato Meninggal ‘Diterjang’ Panah Wayer

Kapolres Pohuwato, AKBP Teddy Rayendra,SIK,MIK ketika diwawancarai mengatakan, ada kurang lebih 30 personel yang terdiri dari Sabhara, Reskrim hingga anggota Intel yang melakukan pengamanan di wilayah perbatasan, hingga situasi dan kondisi kondusif.

“Alhamdulillah kasus panah wayer ini sudah bisa terungkap. Meski demikian, kami tetap berkewajiban untuk melakukan pengamanan di wilayah perbatasan, guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas),” jelasnya.

Sementara itu, Ipda Mahyudin Popoi,SH yang memimpin langsung pengamanan di wilayah perbatasan mengatakan, pelaksanaan pengamanan di wilayah perbatasan terus dimaksimalkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman terhadap masyarakat.

“Alhamdulillah sejauh ini semuanya dalam kondisi aman. Kami pun berharap bantuan dari masyarakat agar bisa memberikan informasi ketika ada hal-hal yang dapat mengganggu Kamtibmas,” pungkas mantan Kanit Reskrim Polsek Kota Utara, Polres Gorontalo Kota ini. (kif/hg)