Jumat, 28 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Terkait Izin Pertambangan, Diharap Kembali ke Daerah 

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Kamis, 2 Desember 2021 | 20:05 PM Tag: , ,
  Seminar melalui zoom meeting terkait UU 23 tentang Izin Pertambangan yang diikuti oleh Pj. Sekda Gorontalo Utara, Suleman Lakoro, Rabu (01/12/2021). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pejabat (Pj) Sekda Gorontalo Utara (Gorut), Suleman Lakoro berharap agar ketentuan perizinan pertambangan yang beresiko berat, dapat dikembalikan lagi kewenangannya kepada daerah. 

Ini disampaikan Suleman Lakoro usai pelaksanaan seminar tentang kegiatan program pencegahan korupsi pada perizinan berbasis resiko serta dalam rangka menyambut hari anti korupsi 2021 melalui zoom meeting dengan Kementerian ESDM, Rabu (01/12/2021). 

Dijelaskan oleh Suleman Lakoro, dalam perizinan pertambangan, dalam UU 23 tentang izin pertambangan itu sudah menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Dengan lahirnya Undang-undang Nomor 3 /2020 itu, perizinan-perizinan pertambangan yang beresiko berat itu sudah diambil oleh pemerintah pusat.

“Sehingga para kepala daerah dalam hal ini gubernur, bupati/walikota, yang daerahnya mempunyai tambang itu merasa tidak setuju, dengan diambilnya kewenangan itu ke pusat,” jelasnya.

Menurut Suleman Lakoro, salah satu contoh ada pengawasan yang dilakukan oleh DPRD di wilayah mereka, dalam hal ini wilayah pertambangan itu. 

“Para pemilik pertambangan itu, mereka akan mengatakan, kalian sudah tidak ada urusan lagi disini, ini sudah kewenangan pusat, nah ini kan menjadi salah satu kendala di lapangan,” tegasnya.

Sehingga kata Suleman Lakoro, para gubernur dan bupati/walikota tadi bermohon ke Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Minerba. 

“Mereka mempertanyakan itu, kalau boleh, ketentuan itu dapat dikembalikan ke daerah, ka supaya daerah lebih mengetahui tentang daerahnya,” jelas Suleman Lakoro.

Terkait permohonan tersebut akan dikabulkan atau tidak, apa disetujui atau tidak tentunya masih dalam tahap pengkajian, dan hal tersebut yang diharapkan oleh para peserta seminar yang ikut tadi. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 16 times, 1 visits today)

Komentar