Selasa, 29 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Terkait Kasus Djoko Tjandra, Dua Jenderal Polisi Kembali Dicopot

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Jumat, 17 Juli 2020 | 21:05 WITA Tag:
  Djoko Tjandra (Dok. Jawa Pos)


Hargo.co.id, JAKARTA – Dampak dari kasus buron Djoko Tjandra makin panjang. Setelah Brigjen Prasetijo dibebastugaskan dari jabatannya karena terkait dalam pelarian dan pencabutan red notice Djoko Tjandra, kini dua jenderal lagi kena copot

Seperti yang dilansir JawaPos.com, Dua jenderal tersebut, Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Nugroho Slamet Wibowo. Berdasar Surat Telegram Nomor ST/2076/VII/KEP./2020 tertanggal 17 Juli 2020, Irjen Napoleon Bonaparte dicopot dari jabatannya kadivhubinter dan dimutasi ke Analis Kebijakan Itwasum Polri.

BACA  Jaga Netralitas ASN pada Pilkada, Kemendagri Tolak 4.156 Usulan Mutasi

Posisi Irjen Napoleon digantikan Brigjen Johanis Asadoma yang sebelumnya Wakapolda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk Brigjen Nugroho Slamet Wibowo dimutasi dari Sekretaris NCB Interpol Indonesia ke Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri. Nugroho Slamet sebelumnya diduga ikut menandatangani surat penghapusan red notice Djoko Tjandra.

BACA  Jokowi Lantik 20 Dubes RI: Mendag Era SBY untuk AS, Eks Wartawan buat Singapura

Kadivhumas Polri Irjen Argo Yuwono membenarkan mustasi ini. Dia menyebut mutasi dilakukan karena terjadi pelanggaran kode etik oleh keduanya dalam kasus Djoko Tjandra.

BACA  Siap-siap, Pelanggar Protokol Kesehatan Saat Pilkada 2020 Bakal Disanksi

“Pelanggaran kode etik maka di mutasi. Kelalaian dalam pengawasan staf,” kata Argo saat dikonfirmasi, Jumat (17/7). (is/sat/jawapos/hg)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JawaPos.com dengan judul: “Efek Kasus Djoko Tjandra, Dua Jenderal Polisi Kembali Dicopot“. Pada edisi Jumat, 17 Juli 2020.

Komentar