Terkait Panah Wayer Tiga Siswa Diciduk, Simak Berita dan Videonya

Tiga orang siswa diamankan Polisi karena kedapatan memiliki anak panah wayer. Sejumlah barang bukti disita guna kepentingan penyidikan. (Foto Zulkifli Polimengo/Hargo.co.id)

Tiga orang siswa diamankan Polisi karena kedapatan memiliki anak panah wayer. Sejumlah barang bukti disita guna kepentingan penyidikan. (Foto Zulkifli Polimengo/Hargo.co.id)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pasca penangkapan terhadap NG (22), dan rekannya Y dalam kasus penembakan panah Wayer di Jalan Bali, Kelurahan Paguyaman, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo Rabu (06/11/2019). Perburuan terhadap jaringan geng Panah Wayer terus dilakukan aparat kepolisian di Gorontalo.

Kali ini dalam razia mendadak di sejumlah SMP/SMA yang dilakukan jajaran Polsek Kabila dan Polsek Tapa, Kabupaten Bone Bolango, terdapat tiga siswa yang diciduk, Kamis (07/11/2019).

Informasi yang dihimpun, siswa yang ditangkap pertama oleh Polsek Kabila, yakni FM. Penangkapan terhadap Siswa SMA 1 Kabila ini lantaran kedapatan membawa panah wayer di sekolah.

Terungkapnya FM membawa senjata tajam itu, setelah salah seorang guru mendapat informasi dari siswa lainnya. Saat itu diinformasikan bila FM membawa dua pucuk panah wayer di dalam tasnya.

Sang guru lantas memanggil FM dan kemudian menggeledah isi tas. Akan tetapi di dalam tas tak ditemukan panah wayer. Saat ditanya, FM mengaku telah membuang panah wayer miliknya ke sawah di dekat sekolah. FM sengaja membuang panah wayer tersebut lantaran takut ketahuan guru.

BACA  Razia Gabungan TNI-POLRI, Sembilan Pemuda Diamankan

Pengakuan FM itu lalu disampaikan kepada Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan. Selanjutnya pihak sekolah berkoordinasi dengan Bhabinkantibmas Polsek Kabila di Kelurahan Oluhuta, Briptu Abu Rizal Bakri. Dari hasil pencarian, mereka berhasil mendapatkan dua buah panah wayer di sawah.

“Ya, benar kami sudah menangkap FM berikut panah wayer miliknya yang akan dijadikan bukti guna proses selanjutnya,” tegas Kapolsek Kabila Iptu Patras Kasiuhe.

Lebih lanjut mantan KBO Lantas Polres Gorontalo ini menambahkan, pihaknya akan terus melakukan penyisiran ke sejumlah wilayah hukum Polsek Kabila yang dinilai rawan Kamtibmas, seperti tempat berkumpulnya anak muda pada malam hari. Hal itu dilakukan guna meminimalisir terjadinya tindak pidana, terutama aksi panah wayer.

BACA  Kapolres: Tembak di Tempat Pelaku Panah Wayer

Sementara itu dihari yang sama, Personil Polsek Tapa, Bripka Jems Bakari, melaksanakan Patroli ke SMP 1 Bulango Selatan, dan SMP 1 Tapa.

Pada SMP 1 Bulango Selatan, didapati dua oknum siswa yang diduga tergabung dalam salah satu geng yang mana salah satu anggotanya telah tertangkap lantaran menjadi pelaku penembakan panah wayer di jalan Bali, Kota Gorontalo. Selain itu, petugas juga mengamankann 1 anak panah wayer.

Sementara di SMP 1 Tapa, dilakukaa penggeledahan satu-persatu tas dari para siswa untuk mencari sajam, termasuk panah wayer, namun tidak ditemukan. Personel dari Polres Bone Bolango bahkan menggeledah tempat penyimpanan dan pembuatan anak pana wayer. (Tonton videonya)

Video

Terpisah, Kepala SMA I Kabila, Serda Uloli, mengaku terkejut karena ada siswanya yang terlibat panah wayer, bahkan membawa barang tajam itu ke lingkungan sekolah.

“Hal seperti ini kami tidak tutupi karena ini kan lagi maraknya jadi kami pihak sekolah langsung laporkan ke Polisi agar tidak terulang lagi,” ujarnya.

BACA  Kota Gorontalo Diteror Panah Wayer, Kapolda Minta Segera Diungkap

Setelah ada kepastian hukum terkait hasil pemeriksaan tentu akan menjadi bahan pertimbangan pihak sekolah untuk selanjutnya menerapkan sanksi terhadap siswa bersangkutan.

Hanya saja Serda merasa tidak mungkin jika anak didiknya itu punya maksud jahat. Sebab panah wayer yang dimilikinya hanya sebatas diperlihatkan ke teman-temannya sebelum kedapatan.

“Ini menurut hemat kami jika seandainya berniat buruk pasti dia tutupi dan tidak akan dia perlihatkan terbuka tapi ini barang malah cuma dimain-mainkannya saja dihadapan teman temannya,” jelasnya.

Sebagai orang tua disekolah,Serda tak menapik ketika siswa sebagai anak didiknya mendapat permasalahan, maka tentu pihaknya tetap memberikan pembelaan dan perlindungan selama masalah tersebut masih sebatas kewajaran.

Namun terkait hal ini pihaknya mengaku tak bisa mentolelir. Apalagi panah wayer yang lagi marak dan meresahkan. (gp/hg)

-