Sabtu, 15 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Terkait Pasar Senggol di Kabgor, Bupati Tunggu Surat Gubernur

Oleh Berita Hargo , dalam Kab. Gorontalo , pada Jumat, 23 April 2021 | 04:05 WITA Tag:
  Asisten I, Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Gorontalo Astri Tuna


Hargo.co.id, GORONTALO – Rencana pemerintah Kabupaten Gorontalo (Kabgor) yang akan mengizinkan pedagang untuk membuka pasar senggol di Bulan Ramadan tahun ini, kemungkinan akan dikaji kembali. Ini menyusul adanya hasil rapat Forkopimda tingkat provinsi yang melibatkan pemerintah kabupaten/kota. 

Alasan untuk dikaji kembali karena tak sejalan dengan Hasil rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Gorontalo yang digelar secara virtual, Kamis (22/04/2021). Rapat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie itu, memutuskan untuk meniadakan kegiatan yang melibatkan orang banyak di akhir, bahkan setelah Bulan Ramadan.

“Untuk tradisi kita, mulai dari perayaan malam pasang lampu (Tumbilotohe), tradisi pacuan kuda dan hari raya ketupat ditiadakan,” kata Asisten I, Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Gorontalo Astri Tuna saat diwawancarai usai mengikuti rapat tersebut, mewakili Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo yang saat ini masih berada di luar daerah.

Bagaimana dengan Pasar Senggol? Terkait hal tersebut Astri Tuna mengatakan saat ini pemerintah Kabupaten Gorontalo masih menunggu surat edaran Gubernur Gorontalo.

“Tadi kami sudah menghubungi pak bupati yang sedang berada di luar daerah. Apa yang menjadi perintah dari pak gubernur sudah kami sampaikan. Beliau (akan) merespon ini sambil menunggu surat dari provinsi,” terangnya

Asri Tuna menjelaskan, keputusan terkait Pasar Senggol di Kabupaten Gorontalo akan diambil berdasarkan Surat Edaran Gubernur Gorontalo. Imbauan dan arahan dari Pemprov Gorontalo, kata Asri Tuna, akan menjadi pertimbangan dalam mengambil kebijakan apakah pasar senggol tetap diizinkan atau tidak.

“Kami masih menunggu surat edaran dari pihak pemerintah provinsi, mungkin ada juga ada beberapa hal (selain edaran) yang akan jadi pertimbangan dalam mengambil kebijakan apakah pasar senggol tetap atau ditiadakan,” kunci Astri Tuna.(hiu/adv/hargo)

BACA  Ini Langkah Nelson Pomalingo Antisipasi Larangan Pasar Senggol 

Komentar