Sabtu, 2 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Terkait Pengelolaan Sampah, DLH Perlu Disupport Secara Maksimal

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Minggu, 27 Februari 2022 | 20:05 Tag: ,
  Ilustrasi. Setiap hari Gorontalo Utara memproduksi 47 ton sampah dan butuh penanganan secara maksimal. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Terhadap persoalan sampah, apapun itu kondisinya, tetap yang disalahkan adalah Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Sebenarnya untuk penanggulangan sampah tersebut kuncinya adalah bagaimana DLH mendapatkan suport baik itu dari sisi anggaran maupun fasilitas lainnya dalam rangka menunjang kinerja mereka.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Sekretaris DLH, M. Thamrin Siradjudin saat berbincang dengan awak media ini pada akhir pekan kemarin di kantornya. 

“Sebenarnya persoalan sampah ini dapat tertangani, jika Dinas Lingkungan Hidup mendapatkan support anggaran dan fasilitas yang memadai,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa untuk produksi sampah yang ada di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), mencapai 47 ton setiap harinya, ternyata itu bukan merupakan hitungan satu kabupaten. 

“Sebanyak 47 ton setiap harinya itu, hanya merupakan produksi sampah untuk Kecamatan Kwandang, itupun tidak secara keseluruhan, karena hanya 11 persen dari sampah rumah tangga yang dikelola,” kata Thamrin Sirajudin.

Sebanyak 11 persen tersebut, kata Thamrin, merupakan sampah yang setiap harinya diangkut oleh para petugas, dan selebihnya tidak dikelola. 

“Yang tidak dikelolah tersebut, banyak kita jumpai di bypass, di tanah kosong dan tempat lainnya yang digunakan untuk membuang sampah,” jelasnya.

Disisi lain, terhadap sampah tersebut tidak terlepas dari tingkat kesadaran masyarakat, termasuk juga saya. Terhadap tingkat kesadaran tersebut juga telah dilakukan sosialisasi. 

“Namun pada kenyataannya sampai hari ini, persoalan sampah masih menjadi persoalan yang perlu untuk diseriusin,” tegasnya.

Tak hanya dukungan terhadap anggaran dan fasilitas, Thamrin menegaskan bahwa perlu juga diperhatikan soal insentif dari para petugas kebersihan. 

“Yang sampai hari ini, insentif para petugas kebersihan masih jauh dari yang sebenarnya. Pekerjaan yang mereka lakukan sebenarnya patut untuk dihargai dengan insentif atau gaji yang sebanding dengan resiko yang mereka kerjakan,” ujarnya.

Olehnya kedepan, terhadap persoalan yang satu ini kata Thamrin masih akan dicari lagi rumusannya seperti apa. Namun pada dasarnya DLH tetap akan berbuat secara maksimal. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 38 times, 1 visits today)

Komentar