Sabtu, 12 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Terkait Pinjaman PEN Nol Persen, Pinjaman 2020 atau 2021? 

Oleh Deice Pomalingo , dalam Legislatif , pada Jumat, 4 Juni 2021 | 00:05 WITA Tag: , ,
  Ilustrasi. Pinjaman PEN


Hargo.co.id, GORONTALO – Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Eman Mangopa meminta pemerintah untuk menjelaskan pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) nol persen. Maksudnya, apakah itu pinjaman untuk tahun anggaran 2020 atau 2021?

Kepada hargo.co.id, Eman Mongopa mengungkapkan Pemda Kabupaten Gorontalo  mendapat dana pinjaman untuk PEN sebesar Rp 492 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Sesuai peruntukannya pinjaman tersebut selain dalam rangka PEN, juga akan digunakan untuk membiayai pembangunan sarana dan prasarana.

“Kami merasa khawatir pinjaman tersebut memiliki bunga pinjaman yang dapat memberatkan keuangan daerah 8 tahun kedepan. Kepada Bapak Rahmat Doni Lahati sebagai Asisten II Pemerintahan yang sudah menyampaikan, bahwa  PEN ini tidak memiliki bunga pinjaman. Tolong konsisten, jika kemudian ternyata memiliki bunga pinjaman, maka tolak,” tegas Eman Mangopa. 

Dirinya lantas menjelaskan, pada regulasi PMK Nomor 105/PMK.07/2020 yang dikeluarkan Menteri Keuangan pada Agustus 2020 dalam Pasal 2 ayat (2) huruf d menyebutkan bahwa suku bunga pinjaman PEN adalah nol persen per tahun. 

“Sangat jelas jika pinjaman PEN ada suku bunga. Lalu, pada November 2020 dikeluarkan PMK Nomor 179/PMK.07/2020 tentang Perubahan atas PMK Nomor 105/PMK.07/2020 tentang Pengelolaan Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional untuk Pemerintah Daerah. Pada Pasal 2 ayat (3) huruf a dan b sangat jelas,” terang Eman Mongopa. 

Dijelaskan, pada Pasal (3) huruf a disebutkan tingkat suku bunga Pinjaman PEN Daerah diberikan dengan ketentuan untuk dana pinjaman yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2020 dan Perjanjian Pemberian Pinjaman ditandatangani pada 2020, tingkat suku bunga diberikan sebesar nol persen. 

Kemudian, pada huruf b untuk dana pinjaman yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2021 dan tahun-tahun berikutnya dan Perjanjian Pemberian Pinjaman ditandatangani pada 2021 dan tahun-tahun berikutnya, tingkat suku bunga ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan.

“Pertanyaannya adalah apakah pinjaman PEN yang akan cair di 2021 ini benar-benar bersumber dari pinjaman 2020 atau 2021? Jangan sampai pinjaman ini memiliki suku bunga karena dipinjam pada 2021,” tutur Eman Mongopa.

Lebih dari itu, ia mengaku akan melakukan pengecekan apakah pinjaman PEN Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo benar-benar tidak memiliki suka bunga ke instansi terkait baik daerah maupun pusat. 

“Akan kami lakukan pengecekan secara langsung, karena di awal dua lembaga (legislatif dan eksekutif) sudah sudah deal, bila pinjaman memiliki suku bunga ya ditolak,” tegasnya.

Secara terpisah Asisten ll, Pemda Kabupaten Gorontalo,  Dony Lahati saat dikonfirmasi mengatakan, saat rapat dengar pendapat dengan badan anggaran DPRD Kabupaten Gorontalo sudah dijelaskan dan diperlihatkan MoU antara pemerintah daerah yang ditandatangani oleh Bupati Gorontalo dan pihak SMI dalam hal ini Kementerian Keuangan Desember 2020. 

“Disitu jelas mengatakan pinjaman dengan pengembalian nol persen, sehingga saya juga bingung dengan asumsi bunga pemda Kabupaten Gorontalo dikenai bunga 5 persen, sumbernya darimana,” kunci Dony Lahati . (wie/adv/hargo)

BACA  Panitia Hak Angket Segera Susun Rencana, Target Hanya 9 Pekan

Komentar