Senin, 16 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Terkait Produksi Jagung di Gorontalo, Rusli Habibie Ajak Fadel Muhammad Debat 

Oleh Admin Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Senin, 25 April 2022 | 02:05 Tag: , , ,
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi Wagub Idris Rahim saat memberikan keterangan pers usai buka puasa bersama mantan pejabat Pemprov Gorontalo, Ahad (24/04/2022). (Foto: Isitimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pernyataan mantan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad yang menyebutkan bahwa produksi jagung di Gorontalo menurun, ditanggapi oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie. 

Tanggapan positif yang dilayangkan oleh orang nomor satu di Provinsi Gorontalo itu, adalah mengajak Fadel Muhammad untuk debat terbuka soal produksi jagung di Gorontalo selama masa kepemimpinannya. Menurut Rusli Habibie, komentar tersebut terkesan ada kaitannya dengan pencalonan kembali Fadel Muhammad sebagai Gubernur Gorontalo. 

“Tidaklah patut beliau memberikan penilaian buruk kepada kami yang sudah bekerja. Saya sebagai Gubernur yang akan berakhir, mengajak beliau untuk berdebat. Debat publik supaya tidak jadi fitnah, saya ajak berdebat,” kata Rusli Habibie dalam keterangan Pers usai menggelar buka puasa bersama puluhan mantan pejabat Pemprov Gorontalo di RM Meranti, Kabupaten Bone Bolango, Ahad (24/04/2022). 

Selain itu Rusli Habibie juga menilai, pendahulunya itu harusnya banyak membaca dan merasa terkait dengan dinamika pembangunan di daerah. Ia tidak ingin statement Fadel menjadi fitnah, terlebih dikaitkan dengan wacana pencalonan Fadel sebagai Gubernur Gorontalo untuk ketiga kalinya. 

Beberapa data yang dibeberkan Rusli Habibie tercatat produksi jagung di masa Fadel hanya mentok pada satu juta ton. Berbeda halnya ketika di periode Rusli-Idris selama dua periode bahkan pernah menyentuh angka dua juta ton. 

Dalam keterangannya Rusli Habibie juga membeberkan produksi jagung dua tahun terakhir mengalami penurunan karena disebabkan oleh pandemi Covid-19. Beberapa kebijakan pemerintah pusat yang berpengaruh yakni tentang pupuk, pengurangan subsidi benih termasuk alsintan. 

“Juga teman – teman bupati dan kami sendiri, mengambil kebijakan untuk tidak menanam jagung di lereng lereng gunung yang kemiringannya di atas 15 persen. Sangat berbahaya untuk banjir dan lain-lain. Jadi tidak berkurang, tetap di atas satu juta ton,” beber Rusli Habibie. 

Diakhir keterangan Persnya yang dirilis oleh Diskominfotik Provinsi Gorontalo, Rusli Habibie menambahkan bahwa jika dilihat dari aspek kesejahteraan petani, ia sudah berusaha keras agar harga jagung tetap stabil. Pandemi Covid-19 yang melanda dunia tidak begitu terasa khususnya bagi petani jagung. Produksi melimpah, harganya stabil bahkan pemerintah dilarang ekspor tapi memenuhi kebutuhan dalam negeri. (***) 

 

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 81 times, 1 visits today)

Komentar