Jumat, 1 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Terkait Sertifikat Tanah, Ini Warning Legislator Kabupaten Gorontalo

Oleh Admin Hargo , dalam Legislatif , pada Senin, 24 Januari 2022 | 00:05 Tag: ,
  Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Ali Polapa (kemeja batik) foto bersama dengan warga penerima sertifikat tanah. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Setelah dilakukan penyerahan 500 persil sertifikat tanah oleh BPN dan pemerintah daerah, legislator Kabupaten Gorontalo lantas mengeluarkan warning. Ini ditujukan kepada warga agar tak menggadaikan sertifikat tanahnya kepada sembarangan orang. 

“Saya ingatkan dari awal, agar jangan sampai sertifikat tersebut disalahgunakan. Apalagi digadaikan kepada orang lain, yang nantinya berimbas pada salah penggunaannya,” tegas Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Gorontalo, Ali Polapa.

Penyerahan 500 persil sertifikat tanah ini, kepada warga di Desa Molanihu, Kecamatan Bongomeme. Ini merupakan program nasional dari Badan Pertanahan, untuk seluruh lahan masyarakat. Terutama kepada masyarakat yang kurang mampu dan ini diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Gorontalo, Hendra S Hemeto.

“Sertifikat ini, bermanfaat bagi pemiliknya. Intinya, jangan dipinjamkan kepada orang lain. Jangan sampai menimbulkan masalah,” tegas Ali Polapa  

Diakui oleh Ali Polapa, kejadian seperti ini sering sekali terjadi, akibat masih kurang pahamnya masyarakat atas hal tersebut. 

“Karena banyak masyarakat yang memang sudah usia lanjut diperalat oleh saudara atau keluarganya untuk menggadaikan sertifikat tanah mereka. Akhirnya tidak bisa dilunasi lahan akan diambil,” tuturnya. 

Ia lanjut mengatakan, hampir semua warga penerima sertifikat lahan tersebut adalah warga yang sudah lunas pajak di 2021. 

“Jadi di 2021 kemarin dan 2022 ini Insya Allah penerima sertifikatnya adalah warga yang lahannya sudah selesai membayar pajak dan setelah diserahkan arsipnya sudah diambil oleh kepala dusun untuk diarsipkan di desa, sehingga jika sertifikatnya hilang masyarakat tak perlu susah ke BPN tetapi mengambil contoh copian yang diarsipkan di desa untuk selanjutnya dibawa ke BPN  untuk diterbitkan kembali,” jelas Ali Polapa. (***)

 

Penulis: Deice Pomalingo

(Visited 109 times, 1 visits today)

Komentar