Sabtu, 5 Desember 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Terkait Warga Gorontalo di Ternate, Rusli Habibie Hubungi Gubernur Malut

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Senin, 25 Mei 2020 | 17:37 WITA Tag: , ,
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat mengikuti halal bil halal dengan belasan pengurus KKIG secara daring, Senin (25/05/2020). (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Tiga Puluh Lima warga Gorontalo yang tertahan di Ternate akan mendapat perhatian khusus dari Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Ghani Kasuba. Ini setelah Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meminta kepada Gubernur Malut agar bisa membantu memberikan perhatian dan bantuan.

Permintaan itu disampaikan Rusli Habibie lewat telepon seluler saat mengikuti halal bi halal dengan belasan pengurus Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) secara daring, Senin (25/05/2020).

BACA  Kunjungi Kantor Badan Penghubung Gorontalo di Makassar, Ini Pesan Gubernur

“Alhamdulillah, permintaan saya itu disanggupi pak Gubernur Malut. Mereka (35 Warga) disediakan tempat penampungan dan memberi bantuan makanan hingga akhir masa PSBB di Gorontalo,” ungkap Rusli Habibie.

Menurut Rusli Habibie, jika puluhan warga itu diizinkan pulang, maka akan ada ribuan orang seperti itu yang ingin pulang Gorontalo. Sebab, saat ini Gorontalo masih melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

BACA  Dibekali APD, 79 Orang Kafilah Gorontalo Bebas Covid-19

“Jadi kita tahan dulu. Kita tidak bisa tampung. Tolong dipahami dan dimaknai sikap kami, sikap saya untuk perlindungan masyarakat di Gorontalo. Tidak ada pilih kasih, berlaku untuk semua,” ucap Rusli.

Untuk tempat penampungan, Rusli Habibie langsung menginstruksikan Sekda Darda Daraba.

” Pak Sekda tolong segera cari tempat untuk warga kita yang tertahan itu. Koordinasi dengan pengurus KKIG Ternate,” pungkas Rusli Habibie.

BACA  Temui Warga di Gorontalo Utara, Rusli Habibie Ingatkan Protokol Kesehatan

Sebagaimana diketahui, 35 warga Gorontalo yang mengadu nasib di Ternate, Malut terlantar di pelabuhan setempat sejak 8 Mei lalu. Mereka tidak bisa mudik karena tidak ada pelayaran dengan rute Gorontalo sejak diterapkan PSBB 4 Mei lalu. Pemprov juga sedang menutup akses masuk darat, laut dan udara hingga PSBB tahap II berakhir 31 Mei 2020.(adv/rwf/hg)


Komentar