Selasa, 26 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ternyata Ini Alasan Pecandu Gunakan Sabu sebelum Berhubungan Intim

Oleh Berita Hargo , dalam LifeStyle , pada Jumat, 16 September 2016 | 21:44 PM Tag: , ,
  

Hargo.co.id – Gaya hidup bebas saat ini tak terlepas dari penyalahgunaan narkoba dan berhubungan intim secara bebas.

Tidak jarang, muncul kasus pesta narkoba dengan beberapa pasangan kekasih.

Menurut para ahli, narkoba yang sering dikonsumsi para pencandu narkoba adalah metamfetamin.

Metamfetamin atau sabu merupakan narkoba berbentuk kristal putih, pengguna menghirupnya (menyedot melalui hidung), menghisapnya atau menyuntiknya dengan jarum.

Tujuannya menciptakan kebahagiaan dan kenyamanan yang semu, rasa percaya diri, hiperaktif dan bertenaga.

“Banyak yang menggunakan ini sebelum berhubungan intim. Seorang laki–laki tua yang memiliki nafsu yang besar namun tidak sanggup, akhirnya ia pakai metamfetamin sabu supaya kuat dan hebat. Padahal di satu sisi dia lemah,” kata Psikiater dan Pakar Adiksi RS Puri Cinere dr. Al Bachri Husin, SpKJ, Kamis (15/9).

Al, begitu ia akrab disapa mengatakan, penggunaan narkoba jenis ini meningkatkan fantasi seksual yang besar karena mengenai pusat saraf otak.

Saat seseorang dibawah pengaruh narkoba jenis ini, maka hasrat mereka ingin berhubungan intim meningkat.

“Fantasinya kena perasaannya, seolah indah sekali. Khayalan itu besar. Beda antara sabu dan putau. Seorang pecandu putau, pasangan kekasih masuk ke kamar hanya diam–diaman karena bikin tenang sehingga tak akan lakukan hubungan intim. Karena putau dianggap 30 sampai 40 kali lebih enak dari hubungan intim,” jelas Konsultan Sejumlah Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) ini.

Berbeda jika menggunakan metamfetamin atau sabu, dimana laki–laki dan perempuan akan mengalami fantasi yang begitu tinggi. Pengguna sabu kini lebih banyak karena dapat dibuat secara lokal.

“Sabu paling banyak penggunanya saat ini. Karena mudah dibuat mudah didapat. Lokal dan kuat. Banyak pabrik sabu digrebek, lokal juga bikin. Bukan mereka saja yang bermain tetapi pihak penguasa seringkali terlibat,” tutup Al.(cr1/JPG/hargo)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar