Terobosan NKRI, Sepeda Onthel Diganti Sepeda Motor  

Para pedagang ikan keliling menggunakan sepeda motor bantuan Pemprov Gorontalo untuk memasarkan ikan ke masyarakat. (Foto Jitro Paputungan / Gorontalo Post)

Hargo.co.id, GORONTALO – Suatu saat Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berada di depan rumah jabatan, ia melihat seorang pria tua susah payah mengayuh sepeda onthel. Sepeda itu memuat ikan yang akan dijual secara keliling, setelah si pedagang memasok dari pelelangan ikan di Kampung Tenda, Kota Gorontalo.

Kondisi penjual ikan keliling yang menggunakan sepeda onthel itu, menggugah hati gubernur. Ia menilai, hasilnya tidak maksimal. Pertama, pendapatan penjual ikan pasti tak seberapa, sebab jarak tempuh terbatas karena hanya menggunakan sepeda.

Kedua, waktu distribusi ikan ke masyarakat akan lambat, akibatnya bisa saja warga menerima ikan yang tidak segar lagi. Apalagi fasilitas penampungan ikan pada sepeda tak dilengkapi kotak pendingin.

Rusli Habibie seketika memikirkan untuk mengganti sepeda onthel para pedagang ikan keliling dengan sepeda motor, lengkap dengan kotak pendingin (coolbox). Dengan sepeda motor, pedagang ikan bisa lebih jauh menjual ikan, tentunya dengan muatan jumlah ikan yang lebih banyak, kondisi seperti itu akan menambah pendapatan penjual ikan.

Serta, yang lebih penting, masyarakat mendapatkan ikan lebih ‘pagi’ dan masih segar. Sejak 2012, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie ‘memburu’ para pedagang ikan keliling di Gorontalo yang masih menggunakan sepeda, kemudian diganti dengan sepeda motor ber-kotak pendingin.

Hingga tahun ini, sudah ada 456 sepeda motor berkotak pendingin yang dibagikan kepada para pedagang ikan keliling. Prediksi Gubernur Rusli Habibie, tak meleset. Para pedagang ikan keliling yang sepeda onthel diganti sepeda motor, tingkat kesejahteraan mereka meningkat.

Biasanya, jika hanya menggunakan sepeda onthel dalam melakukan pemasaran ikan, pendapatan bersih rata-rata per hari yang didapat hanya Rp 30 Ribu, jika lagi beruntung bisa sampai Rp 50 ribu per hari.

Tapi setelah mendapatkan bantuan sepeda motor berkotak pendingin, pendapatan rata rata bersih pedagang ikan meningkat hingga 266,6 persen. Rahman Yusuf, pedagang ikan keliling asal Desa Pauwo, Kecamatan Kabila, Bone Bolango mengaku, jika pendapatanya berjualan ikan keliling menggunakan sepeda paling maksimal Rp 50 ribu per hari. Itu pun sudah berjualan hingga ke Kecamatan Suwawa.

Sejumlah sepeda motor yang dipersiapkan untuk digunakan jual ikan.

“Sedari pagi, selesai subuh saya sudah di pelelangan ambil ikan. Jualnya sampai Suwawa pakai sepeda, untungnya biasa sampai Rp50 ribu,” kata Rahman.

Ia tak menyangka, Gubernur Rusli Habibie ternyata memberinya sepeda motor untuk membantu ia berjualan ikan.

“Saya didata dan diberikan bantuan motor. Alhamdulillah, saya bisa lebih jauh berjualan, motornya bagus ada tempat ikannya juga,”kata Rahman Yusuf, yang telah berjualan ikan keliling menggunakan sepeda sejak tahun 1990. Tak jauh beda yang disampaikan Rosmiati Triloponi, ibu tiga anak asal Desa Molotabu ini, biasanya berjualan ikan menggunakan sepeda motor sewa. Sehingga pendapatanya, selalu dipotong dengan sewa motor.

“Saya kontrak motor ipar saya, Rp 35 ribu satu hari. Alhamdulillah dengan motor (bantuan) ini, sudah tidak perlu lagi pikirkan sewa kontrak motor,” ujar Rosmiati.

Ia menjadi satu-satunya perempuan penjual ikan keliling yang menerima bantuan sepeda motor langsung dari Gubernur Rusli Habibie, saat acara NKRI Peduli, di Desa Talulobutu, Kecamatan Tapa, Bone Bolango, baru-baru ini.

Terobosan ‘NKRI’ mengubah sepeda onthel menjadi sepeda motor ber-kotak pendingin, juga memberi dampak terhadap peningkatan konsumsi ikan bagi masyarakat di Provinsi Gorontalo.

Seperti diketahui, konsumsi ikan sangat dianjurkan, pemerintah bahkan memprogramkan Gemar Makan Ikan (Gemarikan), sebagai kampanye mengajak masyarakat untuk makan ikan.

Data statistik perikanan dan kelautan tahun 2018, angka konsumsi ikan Provinsi Gorontalo meningkat dari tahun ke tahun, bahkan berada diatas rata-rata nasional. Pada tahun 2014, konsumsi ikan provinsi Gorontalo sebesar 46,81 kg/kapita per tahun dan pada akhir tahun 2018 naik menjadi 58.10 kg/kapita per tahun atau naik sebesar 24 persen.

Angka konsmusi ikan provinsi Gorontalo Jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka konsumsi ikan secara nasional, dimana pada tahun 2014 secara nasional sebesar 38,14 kg/kapita per tahun dan pada akhir tahun 2018 secara nasional hanya sebesar 50,69 kg/kapita per tahun. Peningkatan konsumsi ikan ini tak lepas dari peran Gubernur Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim yang mengganti sepeda onthel menjadi sepeda motor.

“Saya berharap, bantuan yang diberikan dapat meringankan kerja para penjual ikan keliling yang sebelumnya berjualan hanya menggunakan sepeda,”ujar Gubernur Rusli Habibie.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo, Sila Botutihe mengatakan, program mengganti sepeda onthel pedagang ikan dengan sepeda motor tak lepas dari program Nyata Karya Rusli Idris (NKRI), yaitu menggagas dan menuangkan konsep kebijakan pengelolaan sektor kelautan dan perikanan berbasis pada pengelolaan perikanan dan hulu ke hilir.

“Program ini termasuk program hilir. Setelah bantuan kapal dan alat tangkap, yang diprogramkan adalah sektor hilir, bagaimana ikan itu terdistribusi dan dikonsumsi masyarakat,”ujar Sila Botutihe.

Program ini, lanjut Sila, bagian dari penguatan dan pemenuhan sarana dan prasarana kebutuhan pelaku usaha perikanan sampai pemenuhan kebutuhan pemasaran hasil perikanan. Pengelolaan perikanan dari hulu-hilir, untuk bidang pemasaran hasil perikanan yaitu merubah pemasar hasil perikanan yang selama ini menggunakan Sepeda Onthel Menjadi Motor Berkotak pendingin.

Terobosan ini juga menjawab permasalahan di masyarakat, dimana selama ini masalah utama pemasaran hasil perikanan  adalah keterjangkauan hasil perikanan yang belum sampai pada daerah daerah terpencil atau jauh dari pemasaran hasil perikanan, sehingga dengan restrukturisasi sarana pemasaran ikan ini, system logistic ikan nasional (SLIN) di Gorontalo bisa terjaga dengan baik.

“Dengan sepeda motor, pedagang ikan bisa memiliki jangkauan distribusi ikan yang luas, yang selama ini tak bisa dijangkau hanya dengan sepeda,” terangnya.

Kini, kata Kadis DKP, Sila Botutihe, masyarakat lebih cepat mendapat ikan setiap hari dengan kondisi ikan yang masih segar. Pedagang ikan juga mendulang untung.

“Hasil dari terobosan ini adalah kesejahteraan, dan itu nyata terealisasi,”tandas Sila Botutihe. (adv/hg)

-