Kamis, 24 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Teror Panah Wayer di Popayato: Dua Pelaku Dibekuk, Lima Masih Buron

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Indonesia 99 Kata Metropolis , pada Minggu, 15 Desember 2019 | 11:48 WITA
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Polres Pohuwato terus memburu pelaku panah wayer yang menewaskan Ahmad Daeng Wandi (35) di Desa Molosifat, Kecamatan Popayato Barat, Pohuwato. Buktinya, dari total tujuh pelaku, dua orang diantaranya telah diamankan Unit Idik Opsnal Satuan Reskrim Polres Pohuwato, masing-masing SS (23) dan H (25).

Informasi yang dirangkum media ini, H diamankan polisi atas setelah mendatangi Polsek Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) guna menyerahkan diri yang diantar oleh orang tuanya pada Kamis (12/12/21019). Selanjutnya, Unit Idik Opsnal Satuan Reskrim Polres Pohuwato menjemput tersangka guna dibawa ke Mapolsek Popayato  setelah mendapat pemberitahuan dari Polsek Moutong.

Setelah dilakukan interogasi, polisi mendapatkan informasi keberadaan satu pelaku lainnya yakni SS (23). Dimana SS merupakan pelaku utama yang melayangkan busur panah wayer ke dada Ahmad.

BACA  Pelajar SMK di Gorontalo Tikam Pamannya Hingga Meninggal Dunia

Idik Opsnal Satuan Reskrim Polres Pohuwato langsung bergerak menuju ke Desa Boloung Olanggata Kecamatan Moutong, Kabupaten Parimo, Sulteng. Mereka melakukan pencarian terhadap SS.

Unit Idik Opsnal Satuan Reskrim Polres Pohuwato yang dipimpin oleh Bripka Karim Domili bersama 3 anggota mendapatkan informasi bahwa pelaku SS sementara mengkonsumsi miras bersama rekan – rekannya di pinggir pantai yang ada di Desa Boloung Olanggata.

Personil Polres Pohuwato bersama beberapa personil Polsek Moutong Polres Parimo Polda Sulteng memilih menunggu hingga SS bersama rekan-rekannya selesai mengkonsumsi miras.

Setelah selesai mengkonsumsi miras, SS meninggalkan rekan-rekannya dengan menggunakan kendaraan sepeda motor miliknya. Namun di saat berada di Jalan Trans Sulawesi simpang tiga, Dusun 3, Desa Boloung, Olanggata, Sulteng, SS bertemu dengan Unit Idik Opsnal Satuan Reskrim Polres Pohuwato bersama personil Polsek Moutong. Saat itu Polisi langsung melakukan penangkapan terhadap SS tanpa adanya perlawanan.

BACA  Minta Darem Ditahan, Ratusan Massa Gelar Demo di PN Gorontalo

Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan mengingat saat itu masyarakat yang ada di sekitar lokasi sudah banyak, unit Idik Opsnal Satuan Reskrim Polres Pohuwato langsung mengamankan SS ke dalam mobil yang digunakan menuju ke Polsek Popayato Barat untuk dilakukan interogasi.

Saat berada di Polsek Popayato Barat Polres Pohuwato, SS mengakui bahwa dirinyalah yang telah melakukan penganiayaan dengan menggunakan anak panah wayer dari jarak 3 meter kepada korban Ahmad hingga meninggal dunia. SS juga mengakui bahwa anak panah wayer yang digunakannya sudah disiapkan dari rumah.

BACA  Pelaku Pembacokan di Pasar Sentral Berhasil Diringkus

Kapolres Pohuwato, AKBP Teddy Rayendra,SIK,MH, saat dikonfirmasi media ini, Jumat (13/12/2019) mengatakan bahwa kedua pelaku tersebut saat ini telah diamankan di Mapolres Pohuwato.

“Informasi yang kami dapatkan di lapangan, ada total 7 pelaku penganiayaan ini. Dua pelaku termasuk pelaku utama yang menggunakan panah wayer sudah diamankan, masih ada 5 pelaku lain yang merupakan rekan mereka sementara masih kita kejar,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Wahyu Tri Cahyono mengungkapkan bahwa pelaku akan dikenakan pasal 338 KUHP atau pasal 351 ayat 3 KUHP.

“SS akan disanksi dengan pasal 338 KUHP atau 351 ayat 3 KUHP. Ancaman hukumannya penjara paling lama 15 tahun,” kunci Wahyu.(rwf/ayi/hg)


Komentar