Sabtu, 22 Februari 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Teror Panah Wayer Masih Berlanjut di Popayato, Ini Buktinya

Oleh Ryan Lagili , dalam Kab. Pohuwato Metropolis , pada Jumat, 20 Desember 2019 Tag: ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Setelah sepekan lalu Ahmad Daeng Wandi meninggal dunia karena diterjang anak panah wayer, kali kasus yang sama kembali terjadi di Desa Molosipat, Kecamatan Popayato Barat, Pohuwato. Pria bernama Rizki Daeng Wandi (16) terkena panah wayer hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Bumi Panua, Pohuwato.

Kejadian ini berlangsung pada Kamis (19/12/2019) sekitar pukul 16.30 Wita. Saat itu, Rizki Daeng Wandi sedang berada di kamarnya bersama rekannya yang bernama Mohamad Aqil (19). Mereka berdua ngobrol di tempat tidur.

Tiba-tiba datang VAM (17) warga Desa Molosipat, Kecamatan Popayato Barat dan langsung ikut ngobrol bersama kedua rekannya. Saat sedang ngobrol, tiba-tiba VAM mengeluarkan sebuah busur (ketapel-red) beserta anak panah dari dalam saku celananya.

BACA  Kapolda Gorontalo Janji Tuntaskan Masalah Miras, Panah Wayer dan Narkoba

Sembari mengobrol, pelaku pun memasangkan anak panah ke busur yang dipegangnya. VAM lantas menggertak kedua rekanya dengan maksud hanya ingin bergurau. Tak disangka sebelumnya, gurauan VAM berujung petaka. Pada tarikan ke tiga, anak panah terlepas dari busur hingga dengan cepat menancap ke perut sebelah kiri Rizki Daeng Wandi.

Melihat anak panah sudah tertanam di tubuh rekanya, VAM pun melepas ketapel yang dipegangnya dan langsung melarikan Rizki Daeng Wandi ke Puskesmas Popayato dengan cara membonceng korban menggunakan sepeda motor.

Karena anak panah masih menancap di perutnya, ponakan Alm. Ahmad Daeng Wandi (Korban panah wayer sebelumnya) itu

BACA  Kapolda Gorontalo Janji Tuntaskan Masalah Miras, Panah Wayer dan Narkoba

terpaksa dilarikan ke RSUD Bumi Panua guna mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Sementara itu, VAM sang pelaku langsung diamankan di Mapolsek Popayato.

Kepada media ini, Kapolres Pohuwato AKBP Teddy Rayendra, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP I Wayan Suhendar,S.I.K yang disampaikan KBO Reskrim IPDA Andi W.Tamba,S.Tr.K mengungkapkan, berdasarkan informasi awal.

Pelaku bersama korban dan satu rekanya hanya bergurau, dimana saat bersamaan, pelaku juga sedang memainkan panah wayer. Saat sedang ditarik, terang Ipda Andi W.Tamba. Tanpa sadar, buntut dari anak panah pun terlepas.

“Kronologis lengkapnya masih kita tunggu laporan Polsek Popayato Barat, hanya saja untuk informasi awal, saat kejadian ketiganya hanya bersenda gurau. Tanpa disangka buntut anak panah yang sedang dimainkan pelaku terlepas hingga menusuk perut korban,” tuturnya Ipda Andi W.Tamba.

BACA  Kapolda Gorontalo Janji Tuntaskan Masalah Miras, Panah Wayer dan Narkoba

Lanjut katanya, saat ini Sat Reskrim Polres Pohuwato masih sedang berusaha mendalami peristiwa penembakan panah wayer tersebut. Sejumlah saksi diperiksa serta memintakan keterangan medis kaitan dengan hasil visum korban.

“Untuk kasus ini masih sementara kita proses. Karena saat ini pun kami sedang memintakan keterangan hasil visum dari korban. Pelaku sendiri, untuk sementara sudah kita amankan di Mapolsek Popayato Induk,” ungkap saat ditemui di RSUD Bumi Panua, Kamis (19/12) malam. (ryn/hg