Kamis, 15 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Terpidana TIK Bonbol Serahkan UP Rp 125 Juta

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Metropolis , pada Jumat, 17 November 2017 | 07:51 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id Gorontalo – Satu terpidana dugaan korupsi, IR alias Imran, yang merupakan direktur CV Sabira Inti Persada, akhirnya mengembalikan uang pengganti Rp 125 Juta kepada Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Suwawa, kemarin, Rabu (15/11).

Usai penyerahan, Kasi Pidsus, Dedykarto Ansiga, menjelaskan, Imran adalah Direktur CV Sabira Inti Persada. Pada Tahun 2016 lalu, Imran melaksanakan sebuah pekerjaan pada proyek Sarana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Multimedia Pembelajaran Interaktif dengan nilai proyek Rp 975 Juta.

BACA  Kapolri Benarkan Kantornya Diserang OTK Bersenjata

Namun dalam perjalanan, Imran diduga tidak melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kontrak kerja karena barang-barang yang didistribusikan ke sekolah tidak sesuai sebagaimana dalam SK Bupati Bone Bolango, Akan tetapi, atas arahan Muhamad Yusein selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sehingga ada sekolah yang seharusnya mendapatkan barang-barang proyek TIK, namun tidak menerimanya.

BACA  Lagi, Polres Gorontalo Kota Amankan Ratusan Liter Cap Tikus

Bahkan, pekerjaan belum selesai namun pembayaran sudah dilakukan 100 persen sehingga ada selisih harga antara uang yang diterima Imran dengan pembayaran yang dilakukan kepada perusahaan untuk pembelian barang TIK tersebut.

“Rosyadi dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat ke 1 KUHP,” jelasnya. Setelah berproses cukup lama, akhirnya putusan dari Mahkamah Agung terkait masalah ini yaitu, pidana penjara 3 tahun serta membayar denda, uang pengganti dan biaya perkara.

BACA  Jalan di Kota Gorontalo Masih Banyak yang Berlubang

“Alhamdulillah untuk denda, uang pengganti dan biaya perkara sudah dibayar oleh terpidana sehingga terpidana tinggal menjalani pidana pokoknya selama 3 tahun penjara,” pungkas Dedykarto.(kif/hg)


Komentar