Sabtu, 16 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tersandung Narkoba, AM Tak Langsung Dicoret dari Bacaleg

Oleh Fajriansyach , dalam Gorontalo Headline , pada Sabtu, 4 Agustus 2018 | 14:00 WITA Tag: , , ,
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Adanya oknum Bacaleg yang terjerat kasus narkoba kemarin, menimbulkan pertanyaan atas status mereka yang akan ikut bertarung dalam pesta demokrasi pemilu 2019 nanti.

Pasalnya, untuk menjadi seorang wakil rakyat harusnya memberikan contoh perilaku yang baik dalam masyarakat, agar bisa dijadikan teladan dan panutan, bukan malah sebaliknya.

Terkait hal ini, KPU Provinsi Gorontalo turut menanggapinya. Kepada Hargo.co.id (Gorontalo Post Grup), Sophian Ramola Anggota Komisioner menjelaskan, adapun terkait dengan adanya oknum Aleg AM yang tersandung kasus narkoba, tidak membuat KPU langsung mencoret atau TMS kan bacaleg tersebut dalam daftar pencalonan yang diajukan oleh partai pengusungnya.

BACA  Cara Efisien Cegah Covid-19, Patuhi Protokol Kesehatan

Menurut Sophian, bahwa pihak KPU belum ada aturan yang mengatur bahwa status tersangka yang di tujukan kepada yang bersangkutan, membuat KPU langsung mencoretnya atau TMS-kan. Alasannya, bahwa KPU hanya akan melakukan pencoretan apabila sudah ada putusan inkrah dari Pengadilan, ataupun Bacaleg tersebut mengundurkan diri.

BACA  Ibadah Natal di Kota Gorontalo Patuhi Protokol Kesehatan

Hal senada juga diungkapkan oleh Hendrik Imran Anggota Komisioner KPU Provinsi. Hendrik Imran mengatakan, jika KPU tidak serta merta langsung menggugurkan bacaleg tersebut, sebelum ada putusan pengadilan. Dan bacaleg yang tersandung narkoba itu, apabila dokument persyaratan yang diajukan memenuhi syarat maka akan dimasukkan kedalam DCS.

BACA  Diduga Terkait Kasus Narkoba, Suami Penyanyi Nindy Ayunda Diciduk Polisi

Namun, apabila dalam pengumuman DCS terdapat tanggapan masyarakat, atau Bacaleg tersebut mundur dari pencalonan, atau sudah ada status hukum yang jelas ditujukan kepada bacaleg tersebut, maka masih boleh di lakukan penggantian oleh Parpol tersebut,

“Semestinya ini adalah pelajaran bagi Parpol untuk bisa benar-benar menyeleksi bacaleg yang di usung, sebelum mendaftarkan bacaleg untuk maju, agar tidak mempengaruhi proses pendaftaran di KPU”, ungkap Hendrik Imran. (tr59/gp/hg)


Komentar