Kamis, 25 Februari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tersangka Baru e-KTP Jadi Kado HUT-14

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Sabtu, 30 Desember 2017 | 08:34 WITA Tag: , , ,
  


Hargo.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menetapkan calon tersangka baru di kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. Laode M Syarif pun membocorkan bahwa tersangka tersebut dari pihak swasta.

“Oke sebagai hadiah ulang tahun, mungkin dari pihak swasta,” ujarnya saat dicecar awak media di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (29/12).

Ilustrasi kasus e-KTP (Dok.JawaPos.com)

Sekedar informasi, beberapa pekan terakhir, KPK melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang untuk menjadi saksi Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo (ASS). Adapun Anang merupakan tersangka dari kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Pemeriksaan terhadap keluarga Novanto dilakukan untuk menelisik kepemilikan dan saham PT Murakabi. Keterlibatan PT Murakabi dalam perkara korupsi e-KTP itu sendiri dibeberkan KPK dalam dakwaan Novanto.

Dibeberkan dalam dakwaan, PT Murakabi Sejahtera merupakan milik Novanto melalui Irvanto, Deisti, dan Rheza. Yakni dengan cara Irvanto membeli saham PT Murakabi Sejahtera milik Vidi Gunawan.

Selanjutnya Deisti dan Rheza membeli sebagian besar saham PT Mondialindo Graha Perdana yang merupakan holding dari PT Murakabi Sejahtera. Deisti memiliki 50 persen, sementara Rheza memegang 30 persen saham perusahaan itu. Sedangkan Dwina menjabat sebagai Komisaris PT Murakabi.

Supaya bisa ikut tender dan memenangkan konsorsium PNRI, PT Murakabi Sejahtera sengaja memasukan jasa usaha pembuatan ID card. Padahal sebelumnya, jasa tersebut tidak ada di Murakabi.

(dna/JPC)


Komentar