Senin, 25 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Terungkap, Begal Payudara Sering Terjadi di Jalan Menuju Pone

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Kamis, 14 Januari 2021 | 23:05 WITA Tag:
  Salah satu ruas jalan menuju Desa Pone yang kerap menjadi lokasi begal payudara. (Foto: Sucipto Mokodompis/HARGO)


Hargo.co.id, GORONTALO – Aksi begal payudara yang terjadi di Jalan Samaun Pulubuhu, Kelurahan Tenilo, Limboto, Rabu (13/01/2021) dini hari, ternyata bukan yang pertama. Artinya, sudah sering terjadi di jalan menuju Desa Pone.

Penelusuran reporter Hargo.co.id menemukan adanya korban lain selain korban berinisial SL. Warga yang menjadi korban begal payudara dua hari lalu.

Kepada Hargo.co.id, Novita (21), warga Desa Huidu, Kecamatan Limboto Barat menuturkan kejadian tersebut kerap menimpa warga sekitar maupun pengendara yang melintas di jalan tersebut

“Seingat saya, pernah terjadi di tahun 2017. Bulannya saya lupa, yang jelas waktu itu ada beberapa perempuan yang sedang jalan kaki di kompleks ini. Kebetulan di kompleks sini sangat sunyi dan gelap ketika malam hari,” kata Novita.

Waktu itu sekitar pukul 20.00 Wita, dirinya dan keluarga yang sedang duduk di ruang tamu dikejutkan suara perempuan yang berteriak.

BACA  Diduga Alami Stres, Seorang Siswa Akhiri Hidupnya dengan Gantung Diri

“Awalnya, kami pikir hanya sepasang remaja yang sedang bertengkar, jadi kami tidak terlalu perduli. Tapi karena kami mendengar suara tangisan si perempuan, jadi kami keluar,” tuturnya

“Orang ada ramas di toto (Payudara-red),” KATA Novita menirukan ucapan Korban.

“Korban langsung lari, jadi tidak sempat menanyakan ciri-ciri pelaku,” katanya.

Hal serupa kembali terjadi pada 2020 lau. Kali ini korbanya adalah seorang remaja putri yang sedang  jalan-jalan pagi.

“Kejadian dan tempatnya sama dengan yang terjadi tiga tahun lalu. Ada cewek yang sedang jalan-jalan pagi sambil menggunakan headset, sekitar pukul 06.00 Wita. Cewek itu berteriak sambil minta tolong. Spontan, kami langsung menuju ke jalan. Saya melihat motor Yamaha Mio J warna Putih biru yang langsung melaju kencang. Saya tidak sempat memperhatikan plat nomor motor itu,” katanya.

BACA  Pria 64 Tahun di Bonepantai Ditemukan Gantung Diri

Warga lain yang sempat mendengar teriakkan korban berdatangan untuk melihat korban.

Karena sering terjadi, Novita menyebarkan kejadian tersebut kepada warga lewat akun sosial medianya (Facebook). Kepada Hargo.co.id, Novita mengaku pernah menerima pesanan via messenger dari temannya yang juga mengalami kejadian yang sama.

“Tak lama kemudian saya menerima pesan dari teman saya yang juga pernah mengalami kejadian serupa ketika dia pulang kerja malam hari. Pelakunya juga mengendarai motor yang sama, Yamaha Mio J warna biru putih,” kata Novita.

Apakah peristiwa ini sampai di Polisi? Menurut Novita, korban biasanya hanya melapor ke kepala desa.

“Kalau untuk laporan sampai ke polres, saya tidak tahu. Mungkin baru kejadian yang sampai mengakibatkan luka di kaki itu yang di laporkan ke Polres,” katanya.

BACA  Keluarga Penjaga Rumah Dinas, Tolak Otopsi

Ditemui Hargo.co.id di kediamannya, Kepala Desa Pone, Halid Kau membenarkan kejadian tersebut.

“Ini sudah sering terjadi. Bahkan sebelum saya jadi kepala desa di sini. Sejak saya jadi kepala desa di sini juga sudah cukup banyak masyarakat yang melaporkan kejadian serupa,” kata kepala desa yang akan mengakhiri jabatannya pada Maret 2021 mendatang.

Halid Kau mengaku jika pihaknya sudah beritahukan pihak Kepolisian, walaupun belum secara resmi. Dirinya juga sering berkoordinasi dengan Babinsa yang ada di desa ini, ” Jelas Halid

Guna menghindari kejadian tersebut, ia mengimbau kepada masyarakatnya untuk tidak beraktivitas di malam hari jika sudah tidak ada lagi hal-hal yang perlu dilakukan.

“Kalaupun harus beraktivitas, lebih baik mengajak teman,” pungkasnya. (hiu/hg)


Komentar