Minggu, 13 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tetap Pakai Masker Saat Berlari Picu Kerusakan Paru-Paru

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Dunia , pada Sabtu, 16 Mei 2020 | 08:05 WITA Tag: , , ,
  ILUSTRASI. Saat sedang berlari atau olahraga jogging sendiri, sebaiknya dilepas. Sebab tetap pakai masker saat berlari atau jogging bisa merusak paru-paru. (123rf)


Hargo.co.id, WUHAN – Salah satu cara menghindari penularan virus Korona adalah dengan memakai masker. Tapi ingat, jangan kebablasan. Saat sedang berlari atau olahraga jogging sendiri, sebaiknya dilepas. Sebab tetap pakai masker saat berlari atau jogging bisa merusak paru-paru.

Seperti dilansir Jawapos.com, Dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada hari Senin (11/5), Rumah Sakit Pusat Wuhan memperingatkan agar tidak mengenakan masker saat berolahraga. Peringatan ini dikeluarkan setelah seorang pelari menderita gangguan fungsi paru-paru usai berlari menggunakan masker.

Pria 26 tahun itu diketahui tidak memiliki kebiasaan berolahraga sebelumnya. Ia pun mulai berjalan ringan setengah bulan lalu untuk tetap sehat. Kemudian dia meningkatkannya dengan olahraga jogging. Meskipun menyadari sulit bernapas saat jogging pada 7 Mei, ia tetap memakai maskernya untuk melindungi dirinya dari kemungkinan tertular Covid-19.

BACA  Laporan Pentagon Sebut Tiongkok Mau Bangun Pangkalan Militer di Indonesia

Empat kilometer setelah berlari, dia merasakan sakit di dadanya dan mendapati dirinya bernapas lebih keras dari biasanya. Meskipun dia mencoba untuk melanjutkan, ketidaknyamanan membuatnya menyerah dan berhenti jogging.

Pria muda itu pulang ke rumah. Namun, dia tidak merasa lebih baik. Gejala-gejalanya tidak mereda dan rasa sakit bertambah ketika dia berjuang untuk bernapas. Keluarganya segera membawanya ke rumah sakit.

Setelah diperiksa, dokter menemukan bahwa paru-paru kiri pelari telah rusak. Paru-parunya dikompresi sebanyak 90 persen Sehingga menyebabkan organ hatinya bergeser ke kanan. Seandainya pelari itu terlambat dibawa ke RS, dia pasti sudah mati. Untungnya, operasi darurat itu sukses dan pria itu sekarang dalam kondisi stabil.

BACA  Dulu Dipuji, Kini Korea Selatan Kekurangan Ranjang untuk Korban COVID-19

Anak muda saja bisa separah itu. Apalagi usia tua yang lebih rentan terhadap serangan paru-paru yang tiba-tiba.

Sedangkan, Direktur Departemen Bedah Toraks menghubungkan insiden pelari tersebut dengan kondisi fisik seseorang seperti dilansir dari AsiaOne, Jumat (15/5). Seorang Ahli Penyakit menular yang berpraktik di Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena, Dr Leong Hoe Nam, mengatakan kepada AsiaOne bahwa mungkin ada alasan lain yang membuat paru-paru pria itu jadi kolaps.

BACA  WHO Yakin Pandemi Covid-19 Lebih Cepat Berakhir daripada Flu Spanyol

Menurutnya, mereka yang tinggi dan kurus cenderung memiliki paru-paru yang tidak sebagus yang lain. Jika mereka tiba-tiba melakukan olahraga yang berat, tekanan tiba-tiba di paru-paru dapat menyebabkan kerusakan.

“Apalagi masker itu bisa makin memicu serangan jantung. Meskipun mengenakan masker saat berada di luar ruangan sekarang wajib, tapi pengecualian telah dibuat untuk memungkinkan orang bebas masker saat olahraga dan berlari,” tegasnya.(nas/mhv/jawapos/hg)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah diterbitkan oleh Jpnn.com dengan judul yang sama. Pada edisi Jumat, 15 Mei 2020.

Komentar