Kamis, 21 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tewas Tenggelam Saat Teman-Temannya Asyik Selfie

Oleh Aslan , dalam Headline Kabar Dunia , pada Kamis, 28 September 2017 | 09:00 AM Tag: , ,
  Vishwas G tewas tenggelam saat teman-temannya asyik selfie (Foto: India Today)

Hargo.co.id, BANGALORE – Seorang mahasiswa di India tewas tenggelam saat teman-temannya sedang asyik selfie hanya beberepa meter jaraknya.

Vishwas G, dari Bangalore, tewas pada Minggu (24/9/2017) saat berlibur bersama teman-temannya, demikian lapor India Today.

Sebuah foto mengejutkan menunjukkan teman-teman Vishwas sedang asyik selfie, namun ternyata di belakang terlihat Vishwas sudah tenggelam.

Polisi mengonfirmasikan bahwa mahasiswa National College itu tenggelam di sebuah tank kuil berusia 300 tahun.

“Kami telah selesai berenang dan pergi ke kuil Gundanjaneya dan tidak memperhatikan ketidakhadiran Vish,” kata seorang mahasiswa Sumanth A.

Mahasiswa Tewas Tenggelam Saat Teman-temannya Asyik Selfie

Foto Selfie yang menggambarkan Vishewas tewas tenggelam (Foto: India Today)

“Salah satu siswa sedang mengambil foto selfie-nya dan terlihat Vishwas tenggelam dalam foto itu,” katanya.

Polisi mengatakan Prof Girish hadir pada saat itu namun otoritas perguruan tinggi mengklaim bahwa tidak ada anggota fakultas yang mendampingi siswa tersebut.

“Dia segera memberi tahu kepala unit NCC, Prof Girish, dan teman-teman lainnya, dan saat mereka kembali ke Kalyani, satu jam setelah kematian Vish.

Petugas polisi setempat kemudian menarik tubuh Vishwas dari tank dan orang tuanya bergegas ke tempat kejadian setelah mereka diberitahu oleh teman-temannya.

Mahasiswa Tewas Tenggelam Saat Teman-temannya Asyik Selfie1

Vishwas G (Foto: India Today)

Keluarga kemudian duduk dengan mayatnya di luar National College, tempat dia menjadi pelajar, di daerah Jayanagar di Bangalore, untuk memprotes kematiannya.

Keluarga korban mengklaim bahwa para pengawas dan manajemen National College telah lalai.

“Keluarga mengajukan keluhan yang menuduh bahwa kelalaian oleh manajemen National College telah menelan nyawa anaknya,” kata juru bicara kepolisian.

“Kami mendaftarkan kasus kematian tidak wajar, berdasarkan pengaduan, dan mungkin mendaftarkan kasus tersebut ke manajemen perguruan tinggi,” tambahnya

Juru bicara tersebut menambahkan bahwa polisi belum menanyai siswa-siswa lain, karena mereka masih shock.

(mia/pojoksatu/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar