Jumat, 3 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Thariq Modanggu: Disiplin Aparatur Masih Memprihatinkan

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Kamis, 18 November 2021 | 02:05 AM Tag: , ,
  Apel kerja beberapa OPD yang dipimpin Wakil Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu di Dinas Pengendalian Penduduk dan KB. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Menurut Wakil Bupati Gorontalo Utara (Gorut), tingkat disiplin aparatur yang ada di lingkungan pemerintahan daerah, masih memprihatinkan. Alasannya, apa yang menjadi warning sebelumnya, hingga saat ini belum berubah dan didapati masih seperti itu.

Terlebih ketika Thariq Modanggu mendapati salah satu kantor OPD, yakni, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB masih dalam kondisi tertutup atau belum ada satupun pegawai yang hadir. Padahal, waktu telah menunjukkan pukul 08.00 Wita.

Namun demikian, hal itu tidak kemudian membuat dirinya langsung marah-marah. Justru, Thariq Modanggu langsung bergegas menggelar apel kerja di awal pekan untuk kemudian melakukan pembinaan terhadap para pegawai yang sempat hadir pada kesempatan itu. Di antaranya, pegawai dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Inspektorat dan Dinas Kominfo. 

Thariq Modanggu pada kesempatan itu, pada dasarnya menggugah kesadaran setiap pegawai bahwa pentingnya kedisiplinan dalam bekerja. Ia bahkan memberikan gambaran pekerjaan seseorang dikaitkan dengan kematian. 

“Makanya pekerjaan itu harus dicintai. Kalau mencintai tentu penuh perhatian. Tapi, kalau melihat kondisi hari ini, kan susah juga,” kata Thariq Modanggu dengan nada agak kecewa. 

Ia menjelaskan, apa yang dilakukannya ini, dengan mendatangi setiap OPD di pagi hari secara mendadak, itu semata-mata untuk membangkitkan kedisiplinan pegawai. 

“Saya berharap, teman-teman harus saling mengingatkan tentang pentingnya kedisiplinan. Disiplin terhadap waktu dan disiplin terhadap pekerjaan. Karena saya ingin ada semangat dari setiap pegawai di semua OPD,” tuturnya. 

Disiplin di sini, kata Thariq MOdanggu, bukan hanya soal disiplin waktu, tapi juga disiplin prestasi, kinerja.

“Artinya, kalau ada pekerjaan yang harus selesaikan dua hari, ya dilaksanakan dua hari, bukan malah dibikin satu Minggu, bahkan berminggu-minggu. Kalau lembur hingga malam, tidak apa besok paginya datang terlambat, yang penting target pekerjaan tuntas,” terangnya. 

Makanya, sekali lagi, Wabup mengingatkan, agar sebuah pekerjaan untuk dicintai dengan sepenuh hati. 

“Dan ingat, jadikan pekerjaan itu ada keberkahan, berapapun gaji yang kita terima, tapi setidaknya itu mengalir kepada keluarga kita. Sehingga punya nilai ibadah di sisi Allah SWT, amiin,” tandasnya. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 12 times, 1 visits today)

Komentar