Saturday, 18 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Thariq Modanggu Minta Kualitas Pembangunan Pagar Blok Plan Diperhatikan

Oleh Admin Hargo , dalam Advertorial Kab. Gorontalo Utara , pada Thursday, 29 July 2021 | 15:05 PM Tags: ,
  Wakil Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu Pembangunan pagar blok plan yang ditinjau langsung oleh Wabup Gorut, Thariq Modanggu. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Tak lama lagi Kantor Bupati Gorontalo Utara (Gorut) memiliki pagar, setelah sekian lama tak dipagari. Olehnya, Wakil Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu meminta agar kualitas pembangunan pagar benar-benar diperhatikan. 

Perlu disampaikan bahwa lokasi bangunannya yang berada di pusat ibukota, dan desainnya yang memiliki tampilan modern, dapat saja menjadi salah satu ikon daerah ini. Keberadaannya juga merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang hanya terpisahkan jalan. 

“Nantinya ini bisa menjadi rest area bagi pengguna jalan. Bisa juga menjadi tempat santai masyarakat, termasuk bagi mereka yang ingin sekadar jogging,” kata Thariq Modanggu.

Untuk itu, dirinya meminta pekerjaan dari proyek yang direncanakan memakan anggaran senilai kurang Rp 5 miliar itu, dapat memperhatikan kualitasnya. Seperti diketahui, saat ini, pekerjaan pagar tersebut baru dianggarkan senilai kurang lebih Rp 500 juta untuk tahap 1 yang bersumber dari APBD Gorontalo Utara pada 2021. Dan baru-baru ini, orang nomor dua di Gorontalo Utara itu, menyempatkan waktu meninjau proses pekerjaan dari pagar tersebut.

Ia sempat berdiskusi dengan pihak pelaksana dan pengelola program dari Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Pada dasarnya, Thariq Modanggu menginginkan apa yang telah menjadi desain perencanaan dari proyek tersebut benar-benar dimaksimalkan dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan.

Pada kesempatan itu, Ia pun menyoroti minimnya pelibatan tenaga kerja lokal yang bekerja pada proyek tersebut. 

“Sesuai informasi dari mandor pengawas pekerjaan, katanya pekerja di sini sebagian besar berasal dari luar Gorontalo Utara, seperti dari Kabupaten Gorontalo, Pohuwato, Boalemo dan Bone Bolango. Padahal, semestinya orang lokal bisa dilibatkan,” ujarnya.

Proyek yang ditargetkan selesai dalam 7 bulan dan diharap dapat memenuhi aspek kualitas dan selesai tepat waktu. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 37 times, 1 visits today)

Komentar