Jumat, 12 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Thariq Modanggu Rombak Kabinet Peninggalan Alm. Indra Yasin 

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Minggu, 3 Juli 2022 | 00:05 Tag: ,
  Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kepada 29 pejabat eselon III dan IV, serta 21 pejabat fungsional di lingkungan Pemkab Gorontalo Utara. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Setelah dilantik sebagai Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Thariq Modanggu langsung rombak kabinet. Sebanyak 50 pejabat struktural dan fungsional diambil sumpahnya pada Kamis (30/06/2022) pekan lalu yang merupakan kabinet peninggalan Alm. Indra Yasin. 

Informasi yang berhasil dihimpun, Thariq Modanggu melantik dan mengambil sumpah 20 pejabat Eselon III, 9 pejabat Eselon IV dan 21 pejabat fungsional. Ini pertama dilakukan oleh Thariq Modanggu sejak dilantik menjadi bupati pada Senin, 27 Juni 2022. Maklum, sebelumnya hanya Thariq Hanya sebagai Wakil Bupati Gorontalo Utara sejak 2018, dan menjadi Plt. bupati saat Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin meninggal dunia pada Februari 2022 lalu. 

Kembali ke soal mutasi, 20 pejabat eselon III yang dilantik Thariq Modanggu yakni 2 diantaranya camat, masing-masing Camat Tomilito diisi Harsono Rahman yang sebelumnya menjabat Camat Ponelo Kepulauan. Kemudian jabatan yang ditinggalkan Harsono Rahman diisi Misran Modanggu yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Sementara beberapa jabatan lainnya, lebih pada penyegaran organisasi. Seperti, Sekretaris Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Rukiah Tobuto bertukar peran dengan Sekretaris Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan, Dhody Wisnu Widhadi.

“Sungguh begitu banyak yang belum berkesempatan seperti bapak dan ibu sekalian. Oleh karena itu, mohon ini disyukuri dan dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab,” kata Thariq Modanggu mengawali sambutannya.

Tentu tanggung jawab itu, kata Thariq Modanggu, tercermin dalam sumpah jabatan yang diucapkan, disaksikan mereka yang dilantik, hadirin yang hadir dan terutama oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Dimana, Alquran dan Alkitab sebagai saksi. 

“Tanggung jawab ini berat, karena dilaksanakan dengan peran secara moral, tapi juga sebenarnya ringan, karena ini sudah biasa dilaksanakan,” ujarnya.

Thariq Modanggu menambahkan, tradisi pelantikan ini bukan suatu hal yang baru, tapi penting dilaksanakan karena kebutuhan penyegaran organisasi. Dengan waktu yang terbilang singkat hanya sekitar 1 tahun 6 bulan di sisa masa jabatannya sebagai Bupati Gorontalo Utara hingga 2023 mendatang. Thariq Modanggu mengatakan, karena itu ada amanah agenda percepatan yang membutuhkan dukungan aparatur. 

“Oleh sebab itu, saya berkeyakinan bahwa saudara-saudara ini bisa membantu kami dalam menjalankan 6 agenda strategis dalam rangka percepatan,” tegasnya. 

Enam agenda strategis yang dimaksud Thariq Modanggu tersebut seperti halnya terhadap budaya kerja yang didalamnya tentu ada terkait dengan kedisiplinan dan lainnya. 

“Selain itu juga, roling pejabat yang dilakukan hari ini tentu dalam rangka penyegaran, karena ada yang telah lama dan lainnya,” jelas Thariq Modanggu.

Saat melakukan mutasi, Thariq Modanggu menegaskan bahwa dirinya tidak asal-asalan menempatkan orang. Sebelum menjadi bupati, Thariq Modanggu merupakan wakil bupati yang tentunya melakukan pemantauan dan evaluasi. 

“Selama 3 tahun saya melakukan pemantauan dan evaluasi, dan itu menjadi dasar. Dan selain itu juga ini merupakan kebutuhan organisasi,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa apa yang dilakukan hari ini tentu tidak memuaskan setiap orang. Sehingga para aparatur yang baru dilantik jangan berspekulasi dalam melaksanakan tugas, dapat saja hari ini dilantik, namun besok lusa dapat saja ada perbaikan. 

“Sehingga tanggung jawab bukan saja pada apa yang diucapkan melalui sumpah jabatan. Tanggungjawab berat secara moral, namun ketika dilaksanakan ringan,” ujarnya. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 88 times, 1 visits today)

Komentar