Senin, 14 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Thariq Modanggu Siapkan Konsep PPD LPG 3 Kilogram

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Senin, 17 Februari 2020 | 15:05 WITA Tag:
  Wakil Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu foto bersama usai mengikuti rapat Koordinasi Kebijakan LPG 3 kilogram 2020 yang diselenggarakan oleh Kementrian ESDM pekan lalu di Bogor, Jawa Barat. (Foto Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Wakil Bupati (Wabup) Gorontalo Utara (Gorut), Thariq Modanggu rencananya akan menyiapkan konsep Pengendalian dan Pengawasan Distribusi (PPD) terkait LPG 3 kilogram. Konsep tersebut akan diusulkan ke bupati bersamaan usulan pembentukan Tim PPD guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Hal ini disampaikan usai mengikuti Rapat Koordinasi Kebijakan LPG 3 kilogram 2020 yang diselenggarakan oleh Kementrian ESDM di Bogor, Jawa Barat pekan lau. Menurutnya, dengan ditetapkannya kuota LPG 3 kilogram untuk Gorut sebesar 11 Metric Ton (MT), tentu harus mendapatkan pengawalan dan pengawasan terhadap penyaluran di lapangan.

“Kuota tersebut tentu sangat besar dan tentu kita harus berterimakasih kepada pemerintah pusat walaupun pada tahun sebelumnya realisasi pemanfaatan LPG 3 kilogram tidak sebesar kuota yang diberikan saat ini,” ungkapnya.

Thariq Modanggu juga berharap kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi dan UKM dan Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Gorut, untuk melakukan pendataan kebutuhan riil LPG tidak hanya kepada masyarakat.

“Namun juga kebutuhan riil para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) diharapkan untuk dapat didata berapa kebutuhan mereka dalam sebulan untuk memperlancar usahanya,” terang Thariq Modanggu.

Pendataan tersebut, pentolan pembentukan Kabupaten Gorontalo Utara ini,tentu sangat bermanfaat untuk mendorong dan mendukung jalannya usaha-usaha produktif para pelaku UMKM.

“Di sinilah peran pemerintah melalui TPPD LPG  3 kilogram, agar tidak ada lagi keluhan masyarakat dalam memenuhi gas baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun usaha. Karena berapapun kuota yang diberikan, namun tidak ada pengawasan maka tentu LPG 3 kilogram di saat-saat tertentu akan menjadi barang langka,” kuncinya. (abk/hg)


Komentar