Senin, 25 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Thomas, Ismail, Hardi Kalah di TPS Sendiri

Oleh Fajriansyach , dalam Gorontalo , pada Kamis, 28 Juni 2018 | 09:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Calon Bupati Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) Thomas Mopili tidak hanya menelan kekalahan secara keseluruhan dari hasil Pilkada serentak, kemarin (27/6). Paslon nomor urut 2 yang diusung Partai Golkar ini bahkan kalah di TPS tempat dia mencoblos, yakni di TPS 2 Desa Bulalo, Kecamatan Kwandang.

Pada TPS itu, pasangan calon (Paslon) nomor urut 3 NKRI (Roni Imran- Ismail Patamani) yang memenangi perolehan suara. NKRI berhasil meraup 169 suara, sementara Thomas Mopili – Suhela (IMSAK) hanya mampu meraup 102 suara. Pasangan Indra – Thoriq (Iqra) meraih 58 suara.

Berbeda dengan calon Bupati lain, yakni Indra Yasin dan Roni Imran. Mereka menang telak di TPS masing-masing. Roni Imran misalnya di TPS 1 Molantadu Kecamatan Tomilito, paket NKRI menang dengan  perolehan suara 103, disusul paket nomor 2 Thomas-Suhela dengan perolehan 17 suara dan nomor urut 1 Indra – Thariq memperoleh 16 suara.

BACA  Langgar Protokol Kesehatan, Puluhan Warga Diamankan Petugas

Begitu pula di TPS 2 Molingkapoto Selatan Kecamatan Kwandang tempat Indra mencoblos. Paket Nomor 1 Indra-Thariq berhasil unggul dengan perolehan 200 suara, disusul calon nomor 3 NKRI 56 suara dan calon nomor urut 2 memperoleh 32 suara. Paket Nomor urut 3 NKRI juga kalah di TPS tempat pencoblosan Ismail Patamani, Calon Wakil Bupati pasangan NKRI. NKRI hanya mendapat 42 suara, paket Thomas-Suhela 34  suara dan nomor urut 1 Indra-Thariq berhasil mendulang suara 146.

Pada pemilihan kali ini, Thariq Modanggu dan Suhela yang merupakan pasangan Indra dan Thomas, tidak memilih karena berdomisili di luar Gorut.

BACA  Hingga 3 Januari 2021, Gorontalo Utara Tutup Seluruh Destinasi Wisata

Sementara itu, di Kota Gorontalo, pada helatan Pilkada serentak kemarin, calon Walikota Adhan Dambea menang mutlak di TPSnya. Adhan Dambea yang memilih di TPS 6, Kelurahan Libuo, Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo berhasil unggul dengan 502 suara, sedangkan untuk pasangan nomor urut 2 meraih hasil 86 suara dan pasangan urut nomor 3 meraih 27 suarfa. Berbeda dengan pasangnya, Hardi Hemeto.

Ia kalah di TPSnya, pada TPS 1, Kelurahan Limba U1. Hardi yang merupakan pasangan nomor urut 1 bersama Adhan Dambea hanya meraih 101 suara, sementara pasangan nomor urut tiga unggul dengan 122 suara. Pasangan nomor 2 hanya meraih 77 suara.

Hardi Hemeto ketika diwawancarai mengatakan, sejak awal pihaknya sudah turun langsung ke masyarakat dan melakukan sosialisasi. Selanjutnya, masyarakatlah yang menentukan pilihan mereka.

BACA  Polisi Amankan 52 Remaja Saat Rayakan Pergantian Tahun di Bukit Peapata

“Kalah menang adalah hal biasa. Kami patut bersyukur, karena kami telah bekerja maksimal dan selanjutnya masyarakat yang menentukan pilihan mereka dan kami pun sama sekali tidak melakukan money politik,” pungkasnya, kemarin.

Calon walikota lain seperti Marten Taha juga unggul di TPSnya, yakni di TPS 2 Huangobotu. Marten (Matahari) berhasil meraup 162 suara, disusul ADHA 141 suara dan RAMAH 81 suara. Pada TPS 3 Dulalowo, tempat Rum Pagau mencoblos, ia unggul dengan 171 suara, disusul MATAHARI 125 suara dan ADHA 116 suara. Calon wakil walikota Ryan Kono dan Rusliyanto Monoarfa tidak memilih karena tidak terdaftar sebagai pemilih di Kota Gorontalo. (kif/idm/abk/hg)


Komentar