Senin, 30 Januari 2023
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tiga Berkas Tersangka Korupsi BSG Sudah di Tangan JPU Boalemo

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Selasa, 29 November 2022 | 04:05 Tag: , , , ,
  Penyerahan berkas tersangka EP ke JPU, terkait dugaan korupsi BSG. (Foto : Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Boalemo, kembali melakukan pelimpahan berkas tersangka perkara korupsi Bank Sulut-Gorontalo (BSG) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Boalemo. Kali ini, berkas perkara tahap satu tersangka EP yang diserahkan, Senin, (28/11/2022).

Kapolres Boalemo, AKBP Deddy Herman S.I.K, melalui Kasat Reskrim IPTU Andhira Berlian Utami Salindeho, S.Tr.K, mengatakan, dengan diserahkannya berkas perkara tersangka EP tersebut, maka total tersangka yang berkasnya sudah di tangan JPU saat ini, sebanyak 3 orang.

banner 728x485

“Dalam dugaan perkara korupsi sekitar Rp 37 Miliar ini, sudah tiga orang tersangka yang berkasnya kita serahkan ke JPU. Untuk berkas perkara kali ini, penyidik masih menunggu dari JPU, apakah sudah lengkap atau masih perlu dilengkapi lagi,” kata IPTU Andhira Berlian Utami Salindeho, menerangkan, didampingi Kanit Tipidkor, IPDA Budi Abdul Gani, SH.

Berkas perkara tersangka EP sendiri, diserahkan sekitar Pukul 10.00 Wita. Penyidik Tipidkor BRIPTU Juanda S. Pano, SP, mengatakan, setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan, tersangka EP diduga kuat ikut terlibat kasus yang bermoduskan kredit tersebut.

“Sebelumnya ada 2 tersangka, yaitu ET dan RM telah diserahkan ke JPU atau di tahap II. Untuk tersangka EP saat ini, berkasnya sudah rampung tahap satu. Sehingga berdasarkan Surat Pengantar Tahap satu nomor : B/43/XI/Res.3.3/2022/Reskrim, tanggal 28 November 2022, berkasnya diserahkan ke JPU,” kata BRIPTU Juanda S. Pano.

Tersangka EP kata dia, diduga melakukan Tipidkor, dalam bentuk melawan hukum menyalahgunakan kewenangan pada proses pemberian fasilitas kredit KMK – standby loan. Objek perkaranya pada 2015-2017 di BSG Tilamuta.

“Berdasarkan Pasal 2, Pasal 3 UU Tipidkor nomor 20 tahun 2001, atas perubahan UU Tipidkor nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan Tipidkor, tersangka EP teracam pidana kurungan badan maksimal sumur hidup, atau paling lama 20 tahun, dan paling rendah 4 tahun,” pungkasnya. (***)

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 214 times, 1 visits today)

Komentar