Tiga Warga Paguyaman Ditemukan Tak Bernyawa di Sumur

Proses evakuasi tiga warga paguyaman yang ditemukan meninggal di dalam sumur. Insert: Foto ketiga korban setelah dievakuasi. (Foto istimewa/Facebook Mustapa Soleh)

-

Hargo.co.id, GORONTALO – Kejadian naas menimpa tiga warga di Desa Tenilo Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo, Rabu (04/12/2019). Ketiganya ditemukan tak bernyawa lagi di dalam sumur dengan kedalaman 11 meter.

Ketiga warga tersebut yakni Saleh Badoe (38) dan Muhlis Amayia alias Koka (27) merupakan warga Dusun Ayulebo Desa Tenilo, Paguyaman dan Irwan R. Pusi (29) warga Desa Kuala Lumpur, Paguyaman.

Kapolres Boalemo AKBP Ahmad Pardomuan SIK.MH bersama Kapolsek Paguyaman IPTU Sumadi saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Keduanya membeberkan kronologis kejadian, di mana bermula ketika itu sekitar pukul 13.30 Wita, Irwan R. Pusi selaku pemilik sumur hendak membersihkan air karena sudah bau busuk sekitar pukul 13.30 Wita.

Ia pun lantas menyuruh rekannya, Muhlis Amaiya alias Kako untuk turun membersihkan air tersebut di kedalaman sumur mencapai 11 meter. Selang 2 menit kemudian, Irwan hendak memastikan dengan memanggil rekannya Muhlis alias Kako yang sudah berada di kedalaman sumur.

Karena tak kunjung mendapat jawaban, akhirnya Irwan pun ikut turun ke bawah. Tak disangka, keduanya malah tak ada tanda-tanda aktivitas. Sampai akhirnya rekannya, Saleh Badoe yang masih tertinggal di atas ikut memastikan dan memanggil Muhlis bersama Irwan.

Sampai akhirnya, Saleh pun turun ke bawah sumur menggunakan anak tangga. Niat Saleh hendak menyelamatkan kedua rekannya itu, malah ikut terseret di bawah sumur karena dugaan kehabisan oksigen.

Situasi itu membuat warga sekitar heboh dan berbondong-bondong mendatangi tempat kejadian (TKP). Bahkan terinformasi, terdapat lagi seorang warga sekitar sempat turun menyelamatkan. Untung saja, warga tersebut masih terselematkan, karena tak sampai di kedamalan dan langsung memilih kembali ke atas. Meski begitu, ia dikabarkan sempat mengalami gangguan pernapasan.

Dalam kondisi itu, para warga sekitar mengambil inisiatif melaporkan ke pihak Polsek Paguyaman, Koramil dan Polres Boalemo. Ada pula yang mengabarkan ke pemerintah kecamatan dan kabupaten.

Sampai akhirnya turun langsung Kapolsek Paguyaman IPTU Sumadi bersama anggotanya dibantu personil TNI dari koramil, tim Mapolres Boalemo, Camat Paguyaman Irwan Mantu, petugas medis dari Puskesmas Paguyaman dan juga Sekda Boalemo Husain Etango.

Selang beberapa menit, tim gabungan evakuasi dibantu masyarakat setempat baru bisa mengangkat ke tiga korban yang sudah tak bernyawa. Itu pun setelah petugas medis menyalurkan oksigen ke arah kedalaman sumur.

“Begitu ketiga korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 15.00 Wita, kemudian langsung dibawa ke Puskesmas Paguyaman guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hanya saja, pihak keluarga menyatakan menolak otopsi karena menilai murni sebagai musibah. Sehingga pemeriksaannya hanya visum luar saja.

Sementara, pihak keluarga menandatangani berita acara penolakan otopsi dan ikut membawa pulang ke tiga jenazah ke kediaman masing-masing,” terang Kapolres Boalemo AKBP Ahmad Pardomuan SIK.MH.(nrt/hg)