Sabtu, 17 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tilamuta Diterjang Banjir Warga Diminta Kewaspadaan

Oleh Aslan , dalam Headline Metropolis , pada Senin, 27 November 2017 | 14:01 WITA Tag: ,
  


TILAMUTA, Hargo.co.id – Berdasarkan perkiraan cuaca akan adannya curah hujan berpotensi tinggi saat ini hingga Desember 2017 mendatang.

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Boalemo melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos-PMD) bersama Badan Penanggulangan Bencana aerah (BPBD) setempat mengisyaratkan kepada elemen masyarakat kiranya meningkatkan kewaspadaan ancaman bencana banjir.

“Saat ini kami sudah menginstrusikan seluruh personil Tagana bersama tim Kampung Siaga Bencana (KSB) masing-masing desa terus berkoordinasi dan bersinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Terlebih mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana banjir di daerah rawan. Menyusul curah hujan makin tinggi hingga akhir tahun ini,” ungkap Kadis Sosial-PMD Boalemo Syafrudin K. Lamusu, Minggu (26/11) kemarin.

BACA  Jelang Buka Puasa, Dua Desa di Limboto Barat Diterjang Banjir 

Disamping itu, pihaknya juga terus berkoordinasi pihak BMKG wilayah Gorontalo guna mengetahui perubahan cuaca kedepan. Informasi ini sangat dibutuhkan lantaran Boalemo merupakan daerah rawan bencana.

Dari segi topografi wilayah, Boalemo banyak memiliki muara sungai besar. Ini pun ditemui hampir di setiap wilayah kecamatan. Sehingga tak jarang meski curah hujan sedikit tetap menimbulkan bencana banjir.

Tak hanya itu, potensi longsor pun memungkinkan. Menyusul beberapa kecamatan dan desa berada pada kawasan bukit. Bahkan ruas jalannya pun harus melintasi akses terjal dan berbukit.

BACA  Nelson Pomalingo Izinkan Pasar Senggol, Ini Syaratnya 

“Diharapkan kepada elemen masyarakat di semua wilayah rawan bencana dapat meningkatkan kewaspadaan. Terutama pada saat malam hari,” seru pria akrab disapa Didin itu.

Lebih lanjut pembina Tagana Boalemo ini mengatakan, akibat curah hujan terjadi pada Sabtu (25/11), wilayah Kecamatan Tilamuta mulai dihantam banjir bandang. Ini terjadi di dua desa yakni Lahumbo dan Mohungo.

Dari data diperoleh sementara, sedikitnya ada 40 kepala keluarga (KK) di Mohungo dusun 1 dan 3 sebagai korban luapan banjir. Mulai dari ketinggian 30 cm hingga mencapai 80 cm. Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.

BACA  Ingin Tahu Cara Mengganti Sepatu Kuda? Baca di Sini

Untungnya pula, bencana yang datangnya mendadak tesebut terjadi siang hari. Sehingga masyarakat dengan mudah
dievakuasi dibantu Tagana, personil KSB hingga pemerintah kecamatan dan desa setempat.

“Rencananya pada Senin besok (Hari ini,red) kami akan mendistribusikan bantuan logistik bagi para korban. Diantaranya
bantuan bahan makanan dan pakaian,” pungkasnya.(nrt/hg)


Komentar