Tim Alap-Alap Bekuk IRT Residivis Pencurian

Kanit Pidum, Ipda Muhammad Ibdu Katsir Rizka,S.Tr.K saat melakukan pemeriksaan terhadap seorang IRT residivis kasus pencurian di wilayah Kota Gorontalo. (F. Zulkifli Tampolo/ Hargo.co.id)

Hargo.co.id, GORONTALO – Kasus dugaan pencurian yang terjadi di Kelurahan Tomulabutao, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo akhirnya terungkap setelah Tim Alap-Alap (Buser,red) menangkap seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), SS (24) dirumahnya yang terletak di Kelurahan Limba B, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu (09/11/2019) sekitar pukul 17.30 Wita.

Informasi yang berhasil dirangkum Hargo.co.id, awalnya pada Selasa (05/11/2019) sekitar pukul 21.30 Wita, telah terjadi pencurian di rumah milik Fatma Anwar (48), warga Kelurahan Tomulabutao, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo. Pada saat itu, Fatma Anwar mendapati pintu lemari pakaian miliknya yang berisi barang emas berupa gelang yang diletakkan di atas pakaian dengan berat 22 gram, sudah hilang. Atas kejadian itu, Fatma Anwar mengalami kerugian kurang lebih Rp 13.420.000 dan melaporkannya ke Polres Gorontalo Kota.

Atas informasi itu, Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Desmont Harjendro Agitson Putra,SIK,MT memerintahkan Kasat Reskrim untuk mengungkap segala bentuk kasus pencurian di wilayah hukum Polres Gorontalo Kota. Laporan Polisi itu pun langsung ditindaklanjuti dan pada Sabtu (09/11/2019) sekitar pukul 17.30 Wita, berkat bantuan informasi dari masyarakat, Tim Alap-Alap (Buser,red) berhasil menangkap SS dirumahnya.

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Desmont Harjendro Agitson Putra,SIK,MT melalui Kasat Reskrim, AKP Deni Muhtamar,S.Sos,SH yang disampaikan oleh Kanit Pidum, Ipda Muhammad Ibdu Katsir Rizka,S.Tr.K menjelaskan, pelaku merupakan residivis kasus pencurian, dimana pelaku SS pernah ditangkap dengan kasus yang sama pada 2018 silam. Setelah selesai menjalani hukuman, tersangka kembali melakukan perbuatannya berkali-kali.

“SS sudah melakukan beberapa kali pencurian. Mulai dari pencurian di Mall Gorontalo sebanyak dua kali, pencurian di Jalan Palma dan beberapa kasus lainnya. Atas perbuatan tersebut, SS alias Sintia, kami kenakkan Pasal 363 ayat 1 ke 5 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” tegas Alumnus Akpol 2018 ini.

Sementara itu, SS ketika diwawancarai mengaku untuk kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan tiga orang anak.

“Saya kebanyakan mengambil pakaian dan itu saya jual. Sedangkan emas, saya gadaikan kepada orang lain dengan jumlah Rp 3 juta,” katanya singkat. (kif/hg)

-