Senin, 23 Maret 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tinggal di Gubuk Reot, Empat Jiwa di Tibawa Sita Perhatian Kapolres

Oleh Zulkifli Tampolo , dalam Ragam , pada Minggu, 15 Desember 2019
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Gara-gara tinggal di gubuk reot selama 14 tahun, satu keluarga yang beranggotakan empat jiwa menyita perhatian Kapolda Gorontalo, AKBP Ade Permana, SIK, MH. Buktinya setelah mendengar informasi, langsung menuju kediaman keluarga tersebut bersama Kapolsek Bandara, Ipda Ismet Ishak.

Informasi yang berhasil dihimpun, salah satu keluarga yang berdomisili di Dusun Saku Lati, Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo tinggal di rumah yang tak layak huni.  Mereka sekeluarga  tinggal di rumah yang dibangun dari tripleks bekas pembangunan bandara.

Rumah yang dihuni oleh sepasang suami istri, Zul Abdul dan Endang Pakaya bersama dua orang anaknya tersebut, kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Meski sudah tinggal di rumah tripleks sisa pembangunan bandara cukup lama, mereka belum juga tersentuh bantuan pembangun rumah layak huni (Mahyani).

Kondisi mereka pun terpantau oleh Kapolsek Bandara, Ipda Ismet Ishak sekitar 27 November 2019 lalu. Melihat kondisi keluarga Zul Abdul dan Endang Pakaya, Kapolsek yang pernah meraih penghargaan langsung dari Kapolri ini kemudian berinisiatif untuk membangunkan rumah yang lebih representative.

Setelah melihat kondisi dari keluarga Zul Abdul, Kapolsek kemudian melaporkannya kepada Kapolres Gorontalo, AKBP Ade Permana,SIK,MH. Usai mendapatkan laporan Kapolsek, Alumnus Akpol 2000 tersebut langsung bergegas untuk mengunjungi rumah keluarga Zul Abdul. Bahkan Kapolres memberikan respon positif perencanaan pembangunan Mahyani oleh Kapolsek Bandara tersebut.

Saat diwawancarai, Kapolsek Bandara, Ipda Ismet Ishak mengatakan, dirinya pernah bertugas sebagai anggota Bhabinkamtibmas di wilayah hukum Polres Bone Bolango dan mengantarkannya menjadi seorang perwira seperti saat ini. Bermula sebagai anggota Bhabinkamtibmas tersebut, dirinya bisa merasakan langsung seperti apa kehidupan masyarakat di tingkat bawah.

“Saya prihatin. Kurang lebih 14 tahun keluarga Zul Abdul harus tinggal di rumah tripleks. Saat cuaca panas hingga hujan, kondisi rumah ini sangat memprihatinkan atau tidak layak huni. Padahal rumah adalah salah satu kebutuhan utama kita semua,” ungkapnya.

Lanjut kata Ipda Ismet Ishak, dirinya bersama personel Polsek sudah sepakat untuk membangunkan rumah yang lebih layak lagi untuk keluarga Zul Abdul bersama istri dan anaknya tersebut. Pembangunan rumah tersebut merupakan bantuan dari seluruh personel Polsek dan pihak lain yang tidak mengikat.

“Semoga bantuan kami ini dapat memberikan manfaat bagi keluarga Zul Abdul. Rencananya dalam waktu dekat ini akan kami lakukan perombakan sekaligus pembangunan untuk rumah milik Zul Abdul, yang nanti akan dikerjakan langsung oleh kami sendiri,” pungkasnya. (kif/hg)