Sabtu, 22 Februari 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tingkatkan Kualitas Lingkungan, STITEK Bina Taruna Turun ke Biawu

Oleh Wawan Gusasi , dalam Advertorial , pada Jumat, 13 Desember 2019
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, yang mana ini merupakan tanggung jawab bersama, STITEK Bina Taruna turun ke Kelurahan Biawu, Kota Gorontalo. Maklum, Biawu merupakan kelurahan di Kota Gorontalo yang kerap terjadi banjir.

Informasi yang berhasil dihimpun, Ketua Tim Program Kemitraan Wilayah (PKW) di Kelurahan Biawu 2019, Mohammad Imran, ST, M.Ars mengungkapkan bahwa ini merupakan salah satu program Pengabdian kepada Masyarakat. Anggarannya bersumber dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan pengabdian yang dilakukan terhadap lingkungan tempat tinggal.

“Ini penting dilakukan guna menjaga kondisi lingkungan sebagai tempat kita melaksanakan aktivitas sehari-hari. Terlebih lagi Biawu merupakan area yang sering terjadi banjir, sehingga diperlukan solusi aplikatif dan efisien dalam pencegahan maupun pengurangan risiko banjir,” kata Mohammad Imran.

Pada program itu, tim mencoba menawarkan ke masyarakat Biawu melalui pembuatan Tabung Biopori di rumah masing-masing serta Penanaman Bibit Tanaman. Metode pendekatan yang dilaksanakan di Kelurahan Biawu yaitu dengan pendekatan metode PRA (Partisipatory Rural Appraisal).

Metode pelaksanaan kegiatan juga disusun dengan menggunakan konsep skala prioritas dengan mengutamakan kegiatan yang mendesak bagi masyarakat dan lingkungan pada wilayah penerapan PKW. Kegiatan diutamakan pada penyelesaian masalah bencana melalui penataan lingkungan pemukiman.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan melalui beberapa metode yaitu model pemberdayaan masyarakat dalam mendorong peningkatan partisipasi masyarakat. Juga model analisis eksplorasi potensi, penyelesaian permasalahan dan penyusunan rencana dan model simulasi tanggap bencana.

Sasarannya adalah organisasi pemuda (Karang Taruna, Remaja Masjid), Pengurus Masjid Hunto Sultan Amay, Kader Kelurahan, ibu-ibu rumah tangga, pemilik usaha jasa; usaha dagang dan usaha manufaktur serta Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM).

Secara rinci langkah kerja program kegiatan dilakukan dengan berbagai kegiatan. Seperti  dimulai dengan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, sosialisasi awal dilakukan pada 10 Juli 2019, diantaranya dengan mengumpulkan warga di kantor lurah dan diberikan pemahaman terkait pentingnya menjaga lingkungan dan keberlangsungan hidup suatu wilayah.

Selanjutnya, melakukan pelatihan dan pendampingan berupa kegiatan “Edukasi Lingkungan” pada 1 Agustus 2019. Kegiatan ini melibatkan pemerhati dan praktisi lingkungan dalam hal ini yakni Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Gorontalo. Materi pelatihan dan pendampingan yakni penghijauan/reboisasi, sumur resapan/biopori.

Pembuatan Tabung Biopori oleh Tim PKW yang melibatkan masayarakat dalam hal ini Ketua Karang Taruna bapak Katim Utina pada 22 September 2019.  Selain itu, karena masyarakat Kelurahan Biawu yang dikenal cukup kental dari segi keagamaan, di mana terdapat Masjid Hunto sebagai pusat kegiatan ke-Islaman, sehingga dilakukan juga pendekatan melalui hal tersebut. Sosialisasi dilaksanakan di Masjid Hunto kepada Jamaah masjid tersebut pada 18 Oktober 2019.

Penyerahaan Bibit Tanaman dan Tabung Biopori kepada masyarakat yang diwakilkan oleh yakni H. Muchlis Bau, S.Pd pada 27 Oktober 2019.  Penanaman Bibit  Tanaman di pekarangan rumah warga, di pinggir jalan dan di area fokus penilaian Adipura tingkat Kelurahan pada 28 Oktober 2019. Sosialisasi yang dilakukan yakni di Kantor Lurah Biawu dan di Masjid Hunto.

Selain pembuatan Biopori, juga dilakukan penanaman Bibit Tanaman di pekarangan rumah warga ataupun di area publik. Tanaman memberikan kita banyak manfaat, seperti akarnya yang mengikat tanah dan menahan air. Manfaat yang dapat langsung kita rasakan juga yakni udara yang segar dan suasana yang teduh serta mengurangi polusi akibat emisi CO2 yang banyak dihasilkan oleh kendaraan bermotor.

Sebanyak 115 bibit tanaman yang terdiri dari bibit rambutan, bibit sirsak, bibit mangga, bibit jambu, bibit pohon akasia dan bibit pohon mahoni yang diberikan kepada masyarakat dan diterima secara simbolis oleh Lurah Biawu H. Muchlis Bau, S.Pd.

Setelah penyerahan secara simbolis, bibit tersebut langsung didistribusikan ke rumah-rumah warga dan area publik yang rencananya akan ditanami. Antusias masyarakat sangat tinggi mengingat mereka turun langsung ikut serta dalam proses penanaman bibit-bibit tersebut.

“Jika bukan kita, siapa lagi. Jika bukan sekarang, kapan lagi. Tanaman membutuhkan waktu untuk tumbuh hingga dapat memberikan manfaat optimalnya kepada manusia, sehingga tidak boleh ada kata menunda dalam upaya menanam pohon,” kata Mohammad Imran. (adv/red)