Senin, 19 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



TKA Ilegal Bikin Resah

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Selasa, 27 Desember 2016 | 11:53 WITA Tag: ,
  


JAKARTA, Hargo.co.id – Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyatakan bahwa evaluasi atas pemberlakuan bebas visa bagi 169 negara sudah sangat urgen.

Menurutnya, pemerintah Indonesia harus segera mengevaluasinya ketimbang semakin banyak persoalan seiring membanjirnya tenaga kerja asing (TKA) ilegal yang mendompleng bebas visa.

“TKA ilegal ini sudah sangat meresahkan. Apakah benar atau tidak, termasuk yang menyangkut jumlah, tapi keresahan itu kan sudah terasa di masyarakat, apalagi ditemukan di sejumlah daerah bahwa TKA ilegal itu memang ada,” ujarnya di Jakarta, Senin (26/12).

Pimpinan DPR yang membidangi politik dan keamanan itu mengatakan, maraknya tenaga kerja asing (TKA) ilegal asal Tiongkok merupakan fakta yang tak bisa disangkal.

BACA  Usai Dideportasi dari PNG, Begini Pengakuan Gubernur Papua Lukas Enembe

Misalnya, di Bogor ada warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang menanam cabai.

Kasus TKA ilegal juga ditemukan di daerah lain, termasuk di Jawa Timur. Temuan lain menunjukkan TKA bekerja di Indonesia dengan visa kunjungan wisata. “Ini temuan yang kebetulan, tapi seperti gunung es yang ternyata lebih banyak dari itu,” tuturnya.

Politikus Partai Gerindra itu menegaskan, pemerintah Indonesia mestinya menerapkan prinsip resiprokal atau timbal dalam hubungan kerja sama dengan negara lain. Prinsip itu mestinya juga termasuk dalam kebijakan bebas visa.

Faktanya, kata Fadli, Indonesia yang menerapkan bebas visa untuk 169 negara, justru warganya tetap harus mengurus visa saat hendak berkunjung ke negara lain termasuk Tiongkok. “Jadi di mana prinsip resiprokal itu?” tegasnya.

BACA  Kapolri Apresiasi Keberanian Sekuriti Hadang Pelaku Bom Bunuh Diri

Sementara itu, Dari penelusuran Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Orang Asing bentukan Komisi III DPR, TKA ilegal asal Tiongkok tersebar di berbagai daerah. Antara lain Medan, Jakarta dan Surabaya.

“Di Medan kita dapatkan pedagang elektronik, buka praktik herbal, tenaga kerjanya bervisa turis. Bukan visa yang didapatkan sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian,” tutur anggota Komisi III DPR Muslim Ayub.

Lebih lanjut Muslim mengatakan, Panja Pengawasan Orang Asing juga mendatangi pabrik telepon seluler Huawei dan Smartfren. Ternyata rata-rata pekerjanya berasal dari Tiongkok.

BACA  Black Box CVR Sriwijaya SJ 182 Berhasil Ditemukan

“Pekerjanya bukan pakai (visa) tenaga kerja asing tapi visa turis. Visa turis kan gampang. Pergi ke Singapura dicap. Balik lagi. Setiap bulan bisa begitu karena tidak ada batasannya,” tutur Muslim.

Namun demikian Muslim juga menegaskan bahwa jumlah TKA asal Tiongkok di Indonesia tidak sampai puluhan juta orang seperti yang santer dikabarkan. Hanya saja, katanya, hal itu bukan menyangkut masalah jumlah tetapi pelanggaran hukum.

Dia menegaskan, penggunaan visa turis untuk bekerja jelas menyalahi aturan. “Pakai visa turis, itu yang jadi persoalan,” pungkas politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.(jpg/jpnn/hargo)


Komentar