Sabtu, 3 Desember 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



TNI-Polri Diminta Keluar Papua, Mahfud: Ditarik Sehari Saja Hancur

Oleh Admin Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Kamis, 12 Maret 2020 | 16:05 Tag:
  lustrasi TNI dan Polri di Papua (Dok. JawaPos.com)

Hargo.co.id – Kerusuhan yang terus menerus terjadi di Papua membuat sejumlah pihak mengkritik TNI-Polri. Bahkan ada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang meminta agar TNI-Polri keluar dari Papua.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menentang keras usulan tersebut. Menurutnya, hal itu justru akan membuat kondisi di Papua semakin tak terkendali.

“Ada yang usul, itu TNI-Polri nggak usah ikut-ikut biar nggak terkesan militeristik. Lho, bagaimana sebuah negara melarang TNI-Polri masuk menjaga negaranya? Nggak mungkin. Tetap harus ada di situ, tinggal bagaimana berkoordinasi,” jelas Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menyebut, stigma dari sejumlah LSM menganggap bahwa TNI-Polri biang masalah ketika terjadinya gerakan sipil. Namun, dia beranggapan opini tersebut tidak tepat.

Ketika TNI-Polri ditarik dari Papua, maka potensi kerusuhan akan semakin meningkat. Karena pihak-pihak tertentu bisa masuk dan membuat Papua bergejolak.

“Wilayah yang tidak ada TNI dan Polri pasti hancur. Ditarik sehari saja sudah hancur. Ya harus hadir di situ. Tinggal bagaimana itu lebih manusiawi, lebih kependekatan kesejahteraan,” pungkas Mahfud.

*Berita ini juga terbit di jawapos.com edisi kamis 12 maret 2020

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar