Kamis, 2 Februari 2023
Dari Gorontalo untuk Indonesia



TNI Siap Bebaskan Sandera Abu Sayyaf Sebelum 20 September dengan Operasi Darat

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Rabu, 14 September 2016 | 10:38 Tag: , , ,
  

Hargo.co.id – Setelah Presiden Filipina Rodrigo Duterte pulang dari kunjungan kenegaraan ke Indonesia, kelompok mi­litan Abu Sayyaf kembali mengumumkan tenggat (batas waktu) baru kepada pemerintah RI untuk menyelamatkan sandera WNI. Kelompok tersebut menenggat pemerintah menebus tawanan sebelum 20 September 2016.

Menerima ancaman tersebut, pemerintah langsung menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk membebaskan sandera sebelum tenggat habis.

banner 728x485

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad Fachir setelah mengikuti rapat koordinasi di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, kemarin (13/9).

Meski tidak menjelaskan secara detail langkah yang akan diambil, Fachir menyatakan bahwa komunikasi intensif dengan pemerintah Filipina terus dilakukan. “Kami percaya pemerintah Filipina akan membantu menangani masalah ini,” katanya.

Kendati demikian, Fachir memberikan sinyal bahwa penerjunan pasukan TNI ke Filipina untuk membebaskan para sandera masih menjadi pilihan solusi yang memungkinkan.

Hal tersebut mengingat adanya deklarasi bersama antara para menteri pertahanan, panglima angkatan bersenjata, dan menteri luar negeri Indonesia serta Filipina.

Namun, aturan secara teknis terkait hal tersebut akan dibahas di tingkat menteri. “Semua dasarnya ada di sana (deklarasi bersama, Red). Kalau presiden itu bahasannya besar, bukan kecil. Sehingga perlu ada SOP-nya lagi di tataran menteri,” jelasnya.

(Visited 6 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar