Rabu, 21 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tol Brebes-Semarang Diupayakan Bisa Jadi Jalur Alternatif Pemudik

Oleh Aslan , dalam Ekonomi , pada Jumat, 5 Mei 2017 | 07:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id JAKARTA – PT Jasa Marga tengah berupaya menyelesaikan Tol Brebes-Semarang untuk digunakan pemudik. Salah satu tahap jalur yang pasti akan selesai sebelum arus mudik masuk ialah Tol Gringsing, Batang, Jawa Tengah.

Dalam siaran pers yang diterima kemarin, Pimpinan Proyek Jasa Marga Semarang-Batang R Beni Dwi Septiadi mengatakan di balik pembangunan Tol Gringsing, sebenarnya mereka menargetkan pengerjaan tol sampai Ngaliyan. Namun, ia tak bisa menggaransikan bahwa tol sampai Ngaliyan rampung sebelum Ramadan.

BACA  Peluang Besar Bisnis Hidroponik di Perkotaan

“Itu diupayakan. Target 26 Mei baru eksekusi (lahan bisa bebas). Setelahnya kami kerja keras,” ujar dia pada acara paparan pelaksanaan survei kesiapan jalur mudik 2017 di Pekalongan, Jateng, Rabu (3/5).

Dia menambahkan, pihaknya masih melakukan negoisasi dengan warga untuk pembebasan lahan. Dia menargetkan pada 26 Mei semua rampung.

“Itu di luar yang batasan sampai Gringsing. Itu ada di sekitar Kabupaten Kendal,” kata dia.

BACA  Pandemi Covid-19 Bikin Permintaan akan Emas Naik Gila-gilaan

Dalam pembebasan lahan ini, lanjutnya, Jasa Marga menggandeng Kementerian PUPR dan Badan Pertanahan Nasional. “Seperti di antaranya untuk daerah Kandeman sepanjang 650 meter selesai hari ini,” kata dia.

Meski tengah dalam upaya pembebasan lahan, menurut dia, tol sampai Gringsing bisa jadi jalur alternatif bagi pemudik. Tentunya penggunaan jalur tersebut atas izin dari kepolisian.

“Kami optimistis target tercapai sampai Gringsing atau Waleri, sepanjang 36,4 kilometer. Sekrang sudah hampir 52 persen pada 3 Mei,” tandasnya.

BACA  Sah! Berikut Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2021

Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa merekomendasi kepada Jasa Raharja untuk melengkapi rambu atau papan peringatan di Tol Brebes-Ngaliyan. Seperti penunjuk jalan yang jelas sehingga pemudik mengetahui pintu keluar tol.

“Kalau bisa ada penambahan pintu keluar. Supaya pemudik yang terlewat bisa keluar tidak terlalu jauh. Penunjuk jalan harus jelas jaraknya,” kata dia.(hg/Mg4/jpnn)


Komentar